Menunggu ‘Oloh Itah’ Jadi Menteri
Oleh Bambang M. Permadi • Sosial Politik • Senin, 26 Oktober 2009 pukul 4:51 WIB
Mungkin hanya orang 'sakit' atau tertidur terlalu panjang yang mengatakan di Kalteng tidak ada kemajuan. Pimpinan daerah silih berganti, semuanya sama-sama memiliki komitmen tinggi membangun wilayah. Kalimantan Tengah yang dulunya hanya belukar kini telah berubah pesat. Bersamaan dengan membaiknya kondisi sosial politik dan perekonomian negara, Bumi Tambun Bungai juga mulai tumbuh menjadi kawasan modern.
Kerja keras para pemangku kepentingan dan dukungan masyarakat membuahkan hasil yang cukup berarti. Tengok saja, kini hampir semua kabupaten dapat terhubung melalui perjalanan darat. Di sisi lain ...
26 Komentar •
Teras Narang Masih Terlalu Kuat
Oleh Bambang M. Permadi • Sosial Politik • Jumat, 25 September 2009 pukul 14:15 WIB
Bulan Juni 2010 mendatang Kalteng kembali menghelat pesta demokrasi. Kini, salah satu proses pemilihan secara langsung itu adalah pemilihan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng periode 2010 – 2015.
Salah satu calon yang diunggulkan tentu saja calon incumbent Agustin Teras Narang. Tak berlebihan, Teras Narang memang cukup memiliki kapasitas sebagai pemimpin Kalteng. Ini dibuktikan dengan keberhasilannya memimpin sekitar 2 juta penduduk wilayah ini dalam periode kepemimpinan sebelumnya. Secara kebetulan Teras Narang juga diusung parpol besar PDI-Perjuangan, yang dikenal cukup solid ...
34 Komentar •
LPSE dan Simpul Sosial di PNS Kalteng
Oleh Yan Friskantoni • Sosial Politik • Rabu, 22 Juli 2009 pukul 14:46 WIB
Sudah 1 tahun lebih proses pelaksanaan Layanan Pengadaan Secara Elektronik atau yang lebih dikenal dengan LPSE diimplementasikan di Kalimantan Tengah. Proses ini telah melahirkan beberapa regulasi yang telah dikeluarkan oleh beberapa pihak, khususnya dari Gubernur Kalimantan Tengah melalui beberapa surat yang akhirnya berujung kepada dikeluarkannya Instruksi Gubernur Nomor 188.54/06/2009 tanggal 14 April 2009 tentang Pengadaan Barang/Jasa Melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kalimantan Tengah.
Adapun penekanan yang ingin saya tekankan pada Instruksi Gubernur tersebut adalah dalam point PERTAMA yang menyebutkan:
Memprioritaskan untuk ...
5 Komentar •
Menuju Perlindungan Budaya Itah
Oleh Oktagape Lukas Rasat • Sosial Politik • Kamis, 11 Juni 2009 pukul 11:24 WIB
Bertepatan dengan ulang tahun Provinsi Kalimantan Tengah yang ke-52, diselenggarakan Festival Budaya Isen Mulang di kota Palangka Raya. Seorang teman berkisah betapa riuh ramainya berbagai karya budaya Dayak Kalimantan Tengah yang ditampilkan dalam festival tersebut. Sayang penulis tak dapat hadir untuk melihat langsung karena tidak ada di Palangka Raya. Namun, penulis menjadi teringat kunjungan ke Museum Balanga beberapa bulan lalu bersama seorang teman. Kunjungan ke museum memang sesuatu yang di luar kebiasaan. Tapi untuk seorang Dayak yang lama berada di ...
12 Komentar •
PMI Kota Palangka Raya
Oleh Tri Suhendra • Sosial Politik • Minggu, 7 Juni 2009 pukul 9:40 WIB
Perang di Solverino utara menyisakan sejuta kenangan dan kesedihan yang sangat mendalam, khususnya rakyat Eropa. Beberapa dekade silam, tepatnya di negara-negara Eropa tengah terjadi Perang Dunia Kedua yang pada waktu itu banyak korban yang berjatuhan yang tak lain adalah para prajurit yang gugur dimedan perang.
Salah seorang warga berkebangsaan negara Swiss yang bernama Jean Hendry Dunant, merasa terpanggil jiwanya untuk membantu dan juga menolong korban perang tersebut. Akhirnya Pada tanggal 8 Mei di bentuklah suatu badan perhimpunan yang pada suatu saat ...
5 Komentar •
Palangka Raya Sebagai Ibukota Kalteng
Oleh Marvy Ferdian A. Sahay • Sosial Politik • Kamis, 14 Mei 2009 pukul 18:18 WIB
Kota Palangka Raya merupakan ibukota provinsi Kalimantan Tengah. Kota ini mulai dibangun pada tahun 1957, sesuai dengan UU Darurat No. 10/1957 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. Kota Palangka Raya memiliki luas 2.678,51 km2 dan berpenduduk 168.449 jiwa dengan kepadatan penduduk 62.89 tiap km2 (sensus 2003).
Pada awal mula terbentuknya kota Palangka Raya dimulai dengan sebuah desa di pinggiran sungai Kahayan bernama Pahandut. Lalu seiring dengan bertambahnya populasi penduduk dan berkembangnya kegiatan masyarakatnya, wilayah Pahandut mulai meluas. Pahandut yang ...
29 Komentar •







