Hotel Aquarius Boutique Palangka Raya
Oleh Marvy Ferdian A. Sahay • Wisata • Selasa, 9 Juni 2009 pukul 19:01 WIB
63 Komentar •
Hari Senin tanggal 8 Juni 2009 kemarin, telah diresmikan sebuah hotel di Palangka Raya. Hotel tersebut bernama Aquarius Boutique. Boleh dibilang, hotel berlantai 10 ini merupakan salah satu kebanggaan baru dari kota Palangka Raya. Hal tersebut karena hotel ini termasuk dalam spesifikasi hotel bintang 4, yang jelas merupakan satu-satunya hotel berbintang 4 di kota cantik ini.
Hotel ini berlokasi di jalan Imam Bonjol, tepat di sebelah Bank BNI yang merupakan lokasi paling strategis di Palangka Raya karena daerah tersebut merupakan lokasi bisnis, perkantoran, dan jalan utama sehingga dapat ditempuh kurang lebih 15 menit dari bandara Tjilik Riwut.

Kehadiran Aquarius Boutique Hotel ini disambut baik oleh Gubernur Kalteng, Agustin Teras Narang yang pada pembukaannya kemarin berkesempatan meresmikan hotel tersebut. Gubernur juga berterima kasih kepada investor yang telah menanamkan modalnya guna membangun hotel tersebut. Pada awalnya, Gubernur mengakui sempat pesimis terhadap pembangunan hotel ini, karena hotel ini awalnya dibangun pada pertengahan tahun 2007 yang bersamaan dengan terjadinya krisis dunia yang membuat semua bahan pembuatan hotel membengkak hingga dua kali lipat. Pada kesempatan itu Gubernur juga berjanji bahwa Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah akan terus memberikan bantuan dan dorongan agar setiap investasi yang ada dapat terus berkembang dengan baik.
Keberadaan hotel ini juga menjadi suatu solusi untuk mengatasi sulitnya mencari akomodasi (hotel) terutama untuk tamu VIP yang datang ke Palangka Raya. Sebenarnya memang masih ada beberapa hotel yang lumayan bagus, tetapi tetap saja tidak mendukung dari segi pelayanan, kualitas, dan fasilitas pendukung yang prima. Berdirinya hotel ini juga sedikit banyak telah menunjukkan perkembangan pembangunan di Palangka Raya sebagai ibukota propinsi dari Kalimantan Tengah.
Menurut Walikota Palangka Raya, HM Riban Satia, adanya hotel berbintang di Palangka Raya mencirikan pembangunan kota yang tidak kalah bersaing dengan kota-kota lainnya. Oleh karena itu, menurut Riban lagi, pertumbuhan hotel berbintang di Palangka Raya perlu disambut baik karena sebelumnya belum pernah ada hotel berbintang di Palangka Raya.
Aquarius Boutique Hotel siap menawarkan pelayanan berstandar internasional. Itu yang dijanjikan oleh General Manager Aquarius Boutique Hotel, Diyanto. Ia menyatakan hotel ini memiliki 110 kamar yang siap melayani para tamu. Fasilitas yang ditawarkan akan memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi tamu yang datang. Hotel ini juga memberikan diskon 50% untuk kamar sampai dengan 30 September 2009.
Spesifikasi kamar yang ada di hotel ini adalah: 39 superior room, 50 deluxe room, 18 executive room, 2 suite room, dan 1 president suite room dan juga terdapat Meeting Room dan Ballroom yang berkapasitas 1000 orang. Hotel ini juga menawarkan berbagai macam fasilitas hiburan, seperti Lios Café, Vino Club, Blu Music Hall, dan Luna Karaoke yang menyediakan 21 VIP room. Selain itu, di hotel ini juga terdapat health club seperti convenient swimming pool, spa, sauna, dan fitness center.
Dengan berdirinya Aquarius Boutique Hotel juga dapat sedikit membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat kota Palangka Raya. Dari pengamatan saya selama tiga hari ini, hotel ini selalu dipenuhi oleh tamu. Saya tidak tahu apakah itu tamu dari luar kota atau dari dalam kota yang hanya sengaja ingin merasakan hotel yang baru ini. Semoga saja hal tersebut dapat terus berjalan, karena jika hanya menjadi--ijinkan saya mengutip Roy Suryo--tren sesaat rasanya hotel ini nanti hanya akan menjadi sebuah 'pajangan' atau malah ditutup.
Semoga juga dengan berdirinya hotel ini, dapat 'merangsang' pembangunan sarana pemenuhan kebutuhan masyarakat lainnya. Seperti yang sudah lama saya dengar dari mulut warga Palangka Raya, mereka ingin adanya fasilitas hiburan seperti bioskop dan yang lainnya. Ya, semoga saja ada investor yang membaca tulisan ini.
Kata Kunci:
agustin teras narang, aquarius boutique, blu music hall, hotel, investor, kalimantan tengah, lios café, luna karaoke, palangka raya, pariwisata, pemerintah daerah, riban satia, standar intemasional, tjilik riwut, vino club
Hak Cipta
Materi ini dilindungi oleh UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta dan merupakan tanggungjawab penulisnya.
Harap mengikuti halaman Hak Cipta dan Penyangkalan untuk penggunaan dan pemanfaatan materi.
Tentang Penulis
Marvy Ferdian A. Sahay adalah kontributor artikel sosial politik Betang.COM. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan Ilmu Pemerintahan Universitas Gadjah Mada.
Cetak Halaman Ini
Sebarkan via Email




















Rudy Gunawan
Bagus, Mar... Mumpung pulang kampung, banyak-banyaklah nulis tentang kampung halaman!
Kutunggu oleh-oleh baram ke Jogja. ))
Putu Bagus A. A. Putra
selanjutnya Bioskop
Rudy Gunawan
Ayo Put, kita investasi bioskop!
*abis pulang nonton Terminator untuk yang kedua kalinya*
Gilbertus AMH
Menurut saya pembangunan hotel Aquarius ini tidak sejalan dengan pengembangan pariwisata KALTENG. Yang mana sektor pariwisata kita belum begitu pesat dikembangkan namun sudah lebih dulu membangun hotel berbintang empat seperti ini. Ada baiknya kita promosikan dan kembangkan dulu dunia pariwisata KALTENG untuk menarik wisatawan mancanegara maupun domestik. Atau paling tidak pembangunan hotel ini sejalan dengan pengembangan pariwisata tersebut. Benar saya setuju, semoga tidak seperti anak remaja pada umumnya, cuma sesaat saja trennya.
Ary_tandey
setuju dgn pak gilbertus

aq masih merasa klo wisata kita kurang btw
Agnes E. T.
Bioskop taruuus..,
yu j... Gramedia next...
Tpu diajak jg dong nglipud acara yg it...
>.<
me alone...
Rio
Belum sempat nyoba masuk aquarius, nanti masuk ah..
-- Nonie __
asik asik........jd klo plg ke plk ga usah bngung lg cari tmpt nongkrong2, apalagi ngajak tamu dr luar, bosen ah ke palma sm bundran mulu......>>>>hehe
teja
Pembangunan Hotel Aquarius Boutique memang menjadi angin yang dapat membangun palangka raya menuj lebih baik (whhhuuuuuuuuussssss) tapi menurut pandangan saya pribadi sebagai rakyat jelata pembangunan Aquarius Boutique tu gak memberi dampak langsung sih......klo mnrt k sih krng llbh sama ma pendapat yg d atas perbaikan dan pemaksimalan tempat objek wisata di kalteng deh dulu byar sama menikmati gitu ko hotel sih ngapain coba aq nginap di situ tohh rumah ajah ada d paray .....tu klo mnrup pendapat pribadi lohhhh sekali lagi pribadi hahahahahahaah peaceeeeeeeee ^_^....
Jojo Toemon
uuhhhhhyuyyyy...
asiiikkk disco d vino...
HTM Rp 80.000
asiiikk brg My scoot...
Upi
Wahh !! ada diskon 50% yak di hotelnya. Tarifnya berapa dunk kalau nginep semalam.Imfo brooo mo pulang neh juli nanti.Silahkan Add gw di facebook dengan nama Say Moi . Salam dariku anak Pulang-Pisau.
Marvy Sahay
Saya kira kita tidak bisa mengacu kepada pembangunan pariwisata saja dalam membangun hotel. Karena tentu saja ada banyak tujuan lain selain sektor pariwisata yang akan memanfaatkan hotel tersebut. Contoh saja jika ada pejabat atau petinggi dari pusat yang datang ke Palangkaraya, mereka bisa menginap di hotel. Atau sekarang ini saya lihat sedang banyak proyek yang melibatkan sektor swasta dan asing seperti kerjasama dengan Cina di bidang perdagangan atau pembangunan Rumah Sakit Katolik yang dibantu oleh Polandia, yang jelas-jelas memungkinkan kunjungan ke Palangkaraya dari para pelaku proyek (investor) yang tentu saja dapat memanfaatkan jasa hotel yang baru dibangun tersebut. Belum lagi jika instansi pemerintah hendak mengadakan kegiatan semacam rakernas, (lagi-lagi) bisa memanfaatkan hotel tsb.
Rudy Gunawan
Marvy, jadi hotel ini juga berfungsi sebagai bentuk lobi-lobi untuk pemerintah pusat atau luar daerah ya?
Selama ini tamu penting selalu dialihkan ke rumah jabatan gubernur, atau pejabat luar daerah mesti ke hotel Batu Suli. Dalam sudut pandang politik, ini bisa jadi cukup menguntungkan. Memuluskan lobi-lobi politik, apalagi ditambah persembahan "daging segar" di hotel tersebut.

Uppsss... Jangan diambil hati, hehee...
Tapi tetap saja akan kurang optimal kalau pariwisata kita mandeg.
Marvy Sahay
Maksudnya, 'lobi-lobi' apa?
Rudy Gunawan
Lobby; lobbying.
Hehehee... heheee...
Marvy Sahay
Masalah lobi-melobi saya tdk tahu. Saya kan cuma bilang, bahwa tamu-tamu pejabat bisa saja tidur di hotel tsb. Ya jika mrk ingin melobi disitu jg terserah mrk..
me-lobi kan bisa dimana-mana.. 
Disini kita cuma ngomong masalah pembangunan suatu sarana publik.
Rudy Gunawan
Jangan dianggap serius atuh. Udah ada peringatan kalau jangan diambil hati.
Tenang, yang dituntut paling cuma aku kok.
handayani
yg diskusi diatas hati2 kena UU ITE nanti seperti ibu prita mulyasari hehehe
just kidding
Marvy Sahay
Saya malah lg nyari masalah sm UU ITE..

Kalo mas Gun bermasalah, saya ikut deh
Kevin
G pada ngomongin apa nehh??ikutan donk..
btw ada yg ngomongin mslh UU ITE nih..ati2 ya ntar
salah ngomomg dikit urusan bisa berabe deh,secara lg
hot2 nya diperbincangkan.
eh info donk..ada gk ya orang palangka yg kerja di
bandung?? kan enak bisa ketemuan sesama org palangka.
klo ada info sms or call ya di 0857-50505550 or 022-71495970
do kyu
mantap coy...ada tmpat jojing di palngka, mau cb ahh..ad rabu gaul jg gak?kali az lbih rme dri liquid cafe jgja..hehehehe..seepp...mantap kea mamam gbernur te are bisnis hehehehe..bsok bikin CINEMA XXI lg biar rame...biar ga ngaju2 bgt orgx hehehehe
mey Gogatsu
sukur deh ball room yang cukup gede dah memadai di aquarius, jadi ga kesulitan lagi nyari tempat dengan cool Air condition in a room dengan mengumpulkan massa yang banyak.....
tapi tetap ku ga bisa masuk ke discothique n clubnya, ga di bolehin ma ortu...hehehehehe
bioskop di palma mungkin akhir tahun yah baru bisa di nikmatin....
robbysaputra
Kalau boleh tahu tarif per malamnya berapa saja ya?
odie callista
Emang Kerennn Palangkaraya Sekarang Makin Berkembang,,,,,
jhony
KALTENG maju terus yah............,dalam beberapa sektor ke pariwisataan, HARAPAN SAYA DI SEPUTARAN TUGU PELETAKAN BATU PERTAMA KOTA PALANGKA RAYA di tata lebih baik lagi sampai pada kolong jembatan kahayan,SEPENGETAHUAN SAYA kebersihannya sangat kurang...............padahal tempatnya sangat bagus.trimakasih semoga MAKIN MAJU.
kevin
Ughh..finally,akhirnya ada jg org palangkaraya yg call gw hari ini.
yah event dy jauh di surabaya,but it's ok!
itu menandakan org palangka exist jg di luar pulau ;0)
btw,gw denger2 katanya tingkat hunian (occupied) hotel aquarius
lesu ya..why??
any make it answer?........
Komentar Dihapus
Terdeteksi dobel komentar.
Komentar ini dihapus.
Komentar Dihapus
Terdeteksi dobel komentar, lagi.
Komentar ini dihapus.
Rudy Gunawan
Komentar no #4 dari Gilbertus AMH mungkin sudah menjawabnya.
Pariwisata kita lesu. Sangat mempengaruhi tingkat hunian hotel (apalagi hotel berbintang 4 seperti ini)....
Agnes E. T.
Wah wah...
tink tink...
Ajak aq inep d aquarium donk...
Rico
Wah.... Keren.... pngen liat lngsung.....
riomigang
Hotel tsb dr sisi arsitektur membawa kaidah pasca modern, belum mencerminkan wacana kontekstual dgn kaidah arst lokal. Bkn berarti bhw mentahan arstktr Betang diadopsi bulat2, namun ada sisi impresi ruang maupun rupa pandang yg tdk mencerminkan spirit masyrkt Dayak.
Sy ckp lama tinggal di Jkt, dr sisi artistik, mhn maaf, kelasnya sama dgn ruko/rusun subsidi.
Bila dilihat dr sisi sediaan layanan akomodasi dlm konteks pariwisata, keberadaannya sangat baik dlm 'memompa' minat pendatang/pengunjung utk bs tinggal nyaman di P.Raya.
Agnes E. T.
Sek lah, tar ta mlamar dstu jd ladies...
eza
selanjutnya bangun XXI d palangkaraya caaayyooo!!!!nur rahmadanie
wew,,,,,seru dun9,,,, mhaL gag yaaawh,,,?? hehe ^^V
Regita Hernowo
Dear Management Aquarius Boutique Hotel Palangakaraya,
Congratulation be the no.1 Hotel boutique at Palangkaraya...
may i see more information about Aquarius Boutique Hotel?
Mercy.
Best Regards,
Gita
Rika
Mau tanya dwonk alamat plus no telfon yg bisa dihubungi....trengkiu
feriadi
minta web hotel aquarius,klo ada yg d fb, salam jg buat keponakanku hernadi yg jauh ninggalin banjarmasin,hanya untuk kerja merintis karir d hotel tersebut,semoga kamu selalu sukses.
rinie_
nice..nice..nice..@(-,-)@
my sister working there..
nice hotel..nice person..nice city..
- ciayo...aquarius botique hotel -
have a great occupancy,,,n be the best one !
Sardi
Wah, bagus sekali sudah ada hotel bintang 4(empat), yang perlu diketahui hotel tidak hanya ditujukan untuk dunia wisata, dari sisi lain Business Traveler jauh lebih banyak dan lebih berduit, tinggal bagaimana peran masyarakat mampu menciptakan suasana yang sesuai dengan culture traveler... selebihnya nanti ya "terutama saudara-saudaraku yang asli Kalteng" pasti nanti aku sharing setalah aku mendarat di bumi Katulistiwa / Tjilik Riwut. Salam
Sardi
Berbudaya yang santun "ucapan & tulisan" adalah cermin jiwa yang suci, "ucapan negative / destructive alias IRI cermin ketidakmampuan, MARI KITA BANGUN KALTENG dengan BUDAYA saling hormat & menghormati, thanks
Sardi
Terima kasih atas kebaikan hati anda, Tuhan memahami kelebihanmu
Sardi
Maaf saya bukan agamaisme tapi lebih pada SPIRUTUALISM, saya jauh dari aliran budaya impor sejenis nurdin M top, saya bangga sebagai bangsa Indonesia dengan budaya aslinya yang multi culture, asli budaya Nusantara tidak mau merugikan orang lain baik materi ataupun ajaran, tidak menjelek - jelekan orang lain... budaya asli selalu menghormati pendapat orang lain dengan santun, terima kasih dan salam hormat
Mikha
In my view, the new lounched hotel which is Aquarius Boutique Hotel Palangkaraya is a great building appears in our city. The function of the hotel is actually not only for tourists who want to spend their time to take a rest before and after having a tourism journey in Palangkaraya. I believe that most of them also have some bussiness to make money in our city. Therefore, the purpose of the hotel is for making money for bussiness travellers and as entertainment hotel in Palangkaraya considering the lack of entertaiment facilities in this city.
However, as I know that most of the managements staffs are not local people.
It gives us such a big question mark what actually happends with the local people??? I think everyone will know the answer fot this big questions....^_^
sugi
Saya bukan pejabat dan bukan pengusaha jadi tidak perlu loby. Akan tetapi,saya ingin mengunjungi sebanyak mungkin daerah di Indonesia. Kaltim, Kalsel & Kalbar sudah ... tinggal Kalteng karena menunggu adanya akomodasi yang memadai. Sekarang ada Aquarius jadi tanggal 17 Desember mau ke Palangkaraya dan sudah book di Aquarius (nggak tahu mau ngapain di Kalteng) ... Mungkin banyak orang seperti saya yang ingin mengunjungi Indonesia tercinta dan memerlukan hotel seperti aquarius di Palangkaraya.
ezpa
yah...marilah kita optimis membangun kota palangkaraya tentunya jadi lebih baik...ABH itu baru langkah awal...apa qta sebagai warga palangka ga pengen kotanya maju...???????
Pastinya...karena aku pribadi sangat SENANG tgl di kota cantik, bersih, even kdg berasap juga. But yakin deh klo org2 ber-uang di palangka ini BANYAK SEKALI n jika saja mrk bs lebih concern ga perlu nunggu investor asing dl baru mau kotanya maju...iye ga?
reia
ini bet all hotel.Biasanya hotel2 kl pasang iklan 1 hal yg dilupain. Q bth info tentang fasilitas n harga kamar. dh.thx.
Lely H Tundang
Bagus...dengan adanya hotel boutique di palangka
awal untuk dapat lebih dipromosikan lagi pariwisatanya
tambahkan juga jukungnya dong dengan river cruise nya.
Hotel sy sudah survey bagus ..SDM nya ditambah...
Thanks and sukses palangka..
my kampung halaman....
APRIL
DEAR HOTEL AQUARIUS BOUTIQUE ,
SAYA TERTARIK PADA HOTEL INI , ADAKAH LOWONGAN UNTUK BAGIAN FINANCE / ACCOUNTING MANAGER , ATAU SEJENISNYA ? PENDIDIKAN TERAKHIR SAYA SI AKUNTANSI - BOGOR.UNTUK SAAT INI SAYA TINGGAL DI PALANGKA RAYA DAN BEKERJA DI SALAH SATU PERUSAHAN DI PALANGKA BAGIAN EXPOR / IMPOR .
THANK,
APRIL
ramdan
no kontak htl aquarius dong bos/pak/bu, mau coba arrange event di palangkaraya
osa
Maju terus pembangunan di palangkaraya khususnya kalteng, bagi yang punya saran miring itu namanya tidak mau liat kemajuan, pariwisata tanpa ada sarana penunjang sama aja bohong, ibarat rumah gak ada ruang tidur
Agus (SECURITY )
Dukung terus aquarius boutique hotel!..bnyk sisi pandang manfaat berdiriny aquarius,dari segi ekonomi bs mengembngkn investasi baik lokal atopun asing!jgn dliat dri sisi pariwstany ja!sisi ketenagakerjaan dpt menyerap putra daerh sbg karywn meski tdk 100%,pling tdk yg blum pny basic perhotelan jd bs tau,scra profesional tnpa skolah perhoteln yg formal!dari sisi building ato arsitek,bs jd bhan acuan bg mhsiswa t.sipil ato arsitektr di palangkaraya utk bljar tntang gedung modern termsuk mechanicl dan elektricity ny!pkokny optims ja dg aquarius
no.kontak aquarius (0536)3242121,3242122
may
Seneng bisa dapet info klo di Palangkaraya ini ada hotel yang menarik tuk dikunjungi. Kebetulan saya sedang dines dan tujuan saya adalah ke perkebunan yang berada di wilayah sekitar sampit dan plk. Awalnya ragu karena takut gak ada tempat tuk stay, tapi dengan adanya hotel ini jadi tenang deh,.... Ntar klo udah bener2 nginep tak critain ya,....
RIO RIANTORI
GOOD LUCK BUAT PALANGKA RAYA.....
RIO RIANTORI
PEMBANGUNAN DI KALTENG HARUS LEBIH MAJU LAGI, DENGAN HADIRNYA HOTEL BERBINTANG DAPAT MENARIK PENDAPATAN WILAYAH YANG BAGUS..! OH YA BARU INGAT, BUAT PAARA PENGENDARA SEPEDA MOTOR, JANGAN LUPA PAKE HELM BERLOGO SNI YAAAAHHHH..... HEHEHEHEH... 085252924294
DAM
Tertarik kasi komentar. Saya bukan warga logal tapi saya lahir dan besar di Palangkaraya dan sejak tahun 1984 (saat itu belum ada apa2x) meninggalkan kota tercinta ini. 21 tahun kemudian saya kembali ke kota ini utk suatu kegiatan. Saya diinapkan di satu hotel yang katanya salah satu yang terbaik di kota ini (Saya gak usah sebut nama). Tapi saya sedih melihatnya. Bayangkan sebuah hotel terbaik di ibukota sebuah propinsi. Tempat tidurnya spreinya gatal. Maaf aja masih sekelas losmen di Jakarta. dan kamar mandinya pun masih pake gayung (boro2x ada hot water). Saya bayangkan jika seorang pengusaha, investor papan atas atau artis terkenal yang menginap di hotel ini..apakah tidak akan membuat jatuh image kota ini. Saya bandingkan dengan kota Pangkalanbun yang notabene hanya ibukota Kabupaten ternyata mereka masih memiliki hotel yang jauh lebih layak (saya kesana 2 thn yl utk pertama kali).
Saya sempat berseloroh ke sepupu saya yang warga lokal. Kota ini perlu hotel yang layak di sebut hotel. Bukan "hotel hotelan"..Kasian tamu2x penting dari luar kota. Ini kan ibukota propinsi. Hotel menurut saya adalah bagian dari infrastruktur. Itu yang perlu ada dulu sebelum orang2x datang. Saya jadi ingat 2 tahun kemudian saya datang lagi ke kota ini menghadiri "Festival Isen Mulang". Saya membawa 3 orang teman yang bukan dari kalangan orang-orang biasa. Saya ingin memperkenalkan kota kelahiran saya yang kebetulan waktu itu jor joran mempromosikan acara itu. Alangkah kecewanya. Festival yang seolah2x kliatan besar (dari promosinya) itu karena menggunakan jasa konsultan PR ternama utk brand image nya. Ternyata tidak siap dari segi infrastruktur (!). Tak ada satupun kamar hotel yang tersedia. Kecuali mungkin penginapan kelas abal2x yang saya tak mungkin bawa tamu saya menginap disitu. Akhirnya saya menginap di tempat oom yang untungnya tidak memalukan dari segi fasilitas rumah. Saat itu saya sempat mikir..buat apa mengundang orang datang (ke festival) kalau ternyata gak tau dimana mereka musti tinggal..sedih dan malu saya. apakah pemerintah setempat tidak berpikiran sama dengan saya ya... 3 tahun kemudian pertanyaan saya terjawab..Meskipun bukan dari level group hotel ternama. Tapi utk start awal sudah sangat memadai.
Kembali saya tegaskan. Hotel adalah bagian dari infrastruktur. Sama seperti penerbangan,jalan,dll. Mengundang orang (baca investor) dengan baik adalah menyediakan ruang tidur yang layak sesuai standard sehingga tamu kita akan merasa dihargai...
byu
hotel yang nyaman...kawtu itu sempat 2 malam tinggal disitu......
dwi tj
Keberadaan Hotel Aquarius pasti berdampak terhadap perekonomian dan pariwisata di Palangkaraya. Jujur aja dulu males kalo ada kerjaan kantor ke palangkaraya karena tidak ada hotel yang nyaman, yang ada jadul semua.
Sekarang rasanya pengen ke palangkaraya tiap bulan karena ada hotel yang nyaman.
Sulit rasanya kita mau mengembangkan pariwisata kalteng kalau tidak ada ha hotel yang nyaman. Dengan adanya hotel bintang 4 harus piha pemerintah daerah bisa memanfaatkan hotel ini untuk mempromosikan wisata.
Sehingga orang yang menginap untuk urusan bisnis akan kembali berkunjung ke hotel ini untuk tujuan wisata.
Puyya
@Mikha: low workers are local people,huh? this name who do not progress forward. Start good physically, but the quality of society is not ready for it. not the policy and licensing for the establishment of this hotel is not wise?
@Riomigang: yep!sangat bisa dilihat apa itu kemajuan. jd kaget2 juga Palangka Raya toh? bilang ini maju tapi benernya gak tau maju kemana? sekarang lagi in back to nature, environtmentalism, cinta pada budaya dan tradisi(kembali) sbg peneguhan citra diri... kau kejam juga, hahahaha....
@all dan penulis: bagiku maju dan modern itu cara pandang, kawan-kawan. state of mind. gimana kita ini masih tidak dapat dikatakan maju karena kita melihat adanya Hotel ini sbg bentuk kemajuan? ini bukan untuk kepentingan kita(sepakat dgn Teja). budaya yg aku tau di Kalteng kl masyarakatnya berkunjung ke tempat lain ia akan nginap di saudaranya, bangun kembali komunikasi, mempererat kekerabatan. tp dg adanya hotel 9yg bisa di bilang mewah utk masy sini) itu akan merenggangkan persaudaraan krn kalo ada duit, mending nginap hotel.apakah kita mau dorong masyarakat kita(terutama yg euforia liat kemewahan fisik sbg kemajuan) utk jd konsumerisme? foya2 dan lupa utk hidup sederhana?karena cari tau aja kondisi mayoritas masyarakatnya sekalteng, msh banyak yg tidak settle scr ekonomi jgka panjang....
hotel ini alat dan sarana untuk Lobby2 seperti yg di bilang Rudy. lobbying utk jual apapun yg ada di bumi Kalteng. utk kepentingan siapa? kita2 tetap jd buruh rendah. lihat yg dipertanyakan Mikha dr Aussie...
jd, renungkan lagi aja apa itu KEMAJUAN dan mau GERAK MAJU KE MANA?
hamlennon
Wahwahwah. Hotel baru = tempat dugem baru = fasilitas olahraga malam yang baru. Bagus untuk kesehatan warga palangkaraya, hehehe. Oy Bung Admin, fasilitas comment di sini bisa dimatikankah? kok saya ga bisa comment disalah satu postingan blog ini?
@Puyya : intinya kita sepakat klo logika Pembangunanisme dan modernisme sudah usang. Hidup Rakyat!
Puyya
@Ham: Pembangunanisme = alasan untuk mulusin proyekan.
kayak itu tuh Jembatan Tumbang Nusa, kan dapat asupan Dana dari Bank dunia.
kita suka naif... wihhhh kita sudah dianggap ya sama internasional, dibantuin bangun jembatan (dan lagi banyak jembatan di Kalteng yg dibangun kan sekarang)...
hoiiii! wake up,guys! gak ada yg gratisan uiii.
Bank Dunia itu isinya para pemodal internasional seperti Rockefeller empire, ROTHSCHILDS, Federal reserve USA... yg danain Bank dunia ma IMF untuk ngutangin negara berkembang. kalo corporate jelas tujuannya profit. makanya negosiasinya tambang batubara, tambang emas, lahan sawit yg harus kita relakan untuk mereka semua.
hari ini, jembatan2 itu dibangun tidak cuma untuk kita masyarakat.... coba deh cari ratio orang desa yg punya mobil? yg bakal lewatin jembatan itu?
Pemodal/investor kan bangun infrastruktur untuk kepentingan angkutan truk mereka biar eksplorasi sumber daya di tanah kita cepat terkuras.
ayoooooooooo bangun semua, lihat lebih jauh dari cuma tampakan luarnya.
jangan dikelabui.makanya, serukan ke Pemda, jangan ikut2 tuh sistem direct investment. kalo berani tolak, baru itu namanya Putra daerah....siapapun dia.yg penting untuk kepentingan rakyat dia punya sikap!itu baru namanya Pemerintah T.O.P.
Yaumil FM
Hotel Paling Bagus Di PALANGKA RAYA paling bagus apa ya ?
tiwie
turut senang, karena sepertinya Palangkaraya semakin berkembang. Walau kehadiran hotel ini, dianggap tidak berimbang namun saya rasa ini bisa jadi kabar baik bahwa Palangkaraya mulai dilirik para investor untuk mengembangkan usahanya. Semoga kedepannya pola masyarakat yang monoton menjadi lebih dinamis. Hanya saja yang saya kuatirkan, masyarakat kita tidak siap dengan perkembangan kota yang semakin pasti misalnya dalam hal pendidikan, pola pikir dan sikap hidup. Semoga masyarakat tidak terbuai dan bangga dengan kota yang semakin berkembang tanpa diimbangi dengan kesiapan mental mandiri?kenapa demikian?faktanya sebagian besar masyarakat kita adalah pegawai negeri..terbiasa santai, dan nyaman kerja ikut orang. Oleh karena itu pengusaha2 notabene anak daerah amat sedikit. Semoga kedepannya muncul pemimpin2 ekonomi Dayak dan masyarakat kita bisa bersaing sehat secara politik, dan bisnis, agar tidak tersisih di kemudian hari. mau masyarakat Dayak jadi seperti masyarakat betawi?minoritas di tanahnya sendiri.......