<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Badan Pariwisata Kalimantan, Perlukah?</title>
	<atom:link href="http://betang.com/artikel/wisata/badan-pariwisata-kalimantan-perlukah.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://betang.com/artikel/wisata/badan-pariwisata-kalimantan-perlukah.html</link>
	<description>Kalimantan Tengah, portal online Kalteng memuat artikel dan berita tentang Dayak, seni, humaniora, adat, budaya, wisata, kuliner, pertambangan, dan sejarah.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Mar 2010 06:10:46 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Asst.</title>
		<link>http://betang.com/artikel/wisata/badan-pariwisata-kalimantan-perlukah.html#comment-1399</link>
		<dc:creator>Asst.</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 00:43:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://betang.com/?p=836#comment-1399</guid>
		<description>@Bayoe: Silahkan add via YM: riomigang, via telp. studio 021-324 29 238
@Asinamura: terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Bayoe: Silahkan add via YM: riomigang, via telp. studio 021-324 29 238<br />
@Asinamura: terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: asinamura</title>
		<link>http://betang.com/artikel/wisata/badan-pariwisata-kalimantan-perlukah.html#comment-1351</link>
		<dc:creator>asinamura</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 06:05:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://betang.com/?p=836#comment-1351</guid>
		<description>Hi temans,
Untuk mengembangkan Pariwisata Kalimantan Tengah, tidak harus menunggu gerak dari pemerintah, tapi tentu saja dukungan pemerintah memang penting sekali.
Gaung wisata KalTeng yang sebenarnya sangat unik dan menarik ini, jika dikemas  &quot;nyeni&quot; dan masyarakat Kalteng  &quot;sadar wisata&quot; artinya masyarakatnya menerima pelancong dengan tangan terbuka dengan senyuman,serta dijalankan secara profesional tentu saja akan menarik wisatawan.
apalagi jika Wisata kalteng bisa dicapai dengan biaya tidak mahal (akomodasi/transportasi mudah dan terjangkau).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi temans,<br />
Untuk mengembangkan Pariwisata Kalimantan Tengah, tidak harus menunggu gerak dari pemerintah, tapi tentu saja dukungan pemerintah memang penting sekali.<br />
Gaung wisata KalTeng yang sebenarnya sangat unik dan menarik ini, jika dikemas  "nyeni" dan masyarakat Kalteng  "sadar wisata" artinya masyarakatnya menerima pelancong dengan tangan terbuka dengan senyuman,serta dijalankan secara profesional tentu saja akan menarik wisatawan.<br />
apalagi jika Wisata kalteng bisa dicapai dengan biaya tidak mahal (akomodasi/transportasi mudah dan terjangkau).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: BAYOE</title>
		<link>http://betang.com/artikel/wisata/badan-pariwisata-kalimantan-perlukah.html#comment-1303</link>
		<dc:creator>BAYOE</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 18:30:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://betang.com/?p=836#comment-1303</guid>
		<description>akan bang &lt;strong&gt;RIO,,&lt;/strong&gt; 
aku lagi TESIS kea tuh bang..... lokus palangkaraya.... mikeh terkendala data ih kareh bang..... (paksa studi mandiri)..... tujuan mulia kea tuh kisah ah.. mngharumkan nama kalimantan tengah.... hheheheheh..... tege no. je tau hubung kah bang.... akan sharing.. TRIMS....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>akan bang <strong>RIO,,</strong><br />
aku lagi TESIS kea tuh bang..... lokus palangkaraya.... mikeh terkendala data ih kareh bang..... (paksa studi mandiri)..... tujuan mulia kea tuh kisah ah.. mngharumkan nama kalimantan tengah.... hheheheheh..... tege no. je tau hubung kah bang.... akan sharing.. TRIMS....</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: tugas IBD (CULTURAL SURVIVAL) - sifa ngebolgs</title>
		<link>http://betang.com/artikel/wisata/badan-pariwisata-kalimantan-perlukah.html#comment-980</link>
		<dc:creator>tugas IBD (CULTURAL SURVIVAL) - sifa ngebolgs</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 03:17:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://betang.com/?p=836#comment-980</guid>
		<description>[...] lagu Rasa Sayang’e yang terjadi beberapa waktu lalu. Kasus ini hangat dibicarakan karena pihak pariwisata Malaysia mengunakan lagu tradisional Maluku, Rasa Sayang’e sebagai lagu promosi untuk kampanye [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] lagu Rasa Sayang’e yang terjadi beberapa waktu lalu. Kasus ini hangat dibicarakan karena pihak pariwisata Malaysia mengunakan lagu tradisional Maluku, Rasa Sayang’e sebagai lagu promosi untuk kampanye [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: tahi kucing</title>
		<link>http://betang.com/artikel/wisata/badan-pariwisata-kalimantan-perlukah.html#comment-904</link>
		<dc:creator>tahi kucing</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 19:15:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://betang.com/?p=836#comment-904</guid>
		<description>tahi kucing yang menulis.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tahi kucing yang menulis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Rio Migang</title>
		<link>http://betang.com/artikel/wisata/badan-pariwisata-kalimantan-perlukah.html#comment-702</link>
		<dc:creator>Rio Migang</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 01:40:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://betang.com/?p=836#comment-702</guid>
		<description>Hi Jaona,
Nice to see you here..
I&#039;m maanyanese, i can speak english but not too good.
What can i help you?

Please contact me via mail: riomigang@yahoo.com
or via my weblog wwww.BorneoTourismWatch.wordpress.com

Regards,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi Jaona,<br />
Nice to see you here..<br />
I'm maanyanese, i can speak english but not too good.<br />
What can i help you?</p>
<p>Please contact me via mail: <a href="mailto:riomigang@yahoo.com">riomigang@yahoo.com</a><br />
or via my weblog wwww.BorneoTourismWatch.wordpress.com</p>
<p>Regards,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jaona</title>
		<link>http://betang.com/artikel/wisata/badan-pariwisata-kalimantan-perlukah.html#comment-701</link>
		<dc:creator>jaona</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 21:06:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://betang.com/?p=836#comment-701</guid>
		<description>hey guys,does anobody speak english or french. I am from madagascar but very interested in the dayak ma&#039;anyan history, culture and language.can anyone help me?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hey guys,does anobody speak english or french. I am from madagascar but very interested in the dayak ma'anyan history, culture and language.can anyone help me?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: riomigang</title>
		<link>http://betang.com/artikel/wisata/badan-pariwisata-kalimantan-perlukah.html#comment-637</link>
		<dc:creator>riomigang</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 04:29:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://betang.com/?p=836#comment-637</guid>
		<description>Argumen yg sgt baik Jean. Krn fakta bhw kita tertinggal itulah (baik infrastruktur, sdm, ekonomi, pariwisata, dll) dibanding ketiga propinsi lainnya di bumi Kalimantan, tidak seharusnya membuat pesimis. Kalteng yg disebut2 sbg propinsi paling miskin &amp; tertinggal scr infrastruktur adalah PELOPOR &amp; INOVATOR Forum Percepatan Pembangunan Kalimantan (FKRP2RK).

Mengherankan, Ajaib &amp; Luar biasa yg dilakukan oleh kalteng tsb., kan udah plg &quot;kecil&quot;-&quot;miskin&quot; pula tapi berani berinisiatif. Gara2 &quot;kecebur&quot; berani itulah, pembangunan infrstrktur kalteng &quot;menggila&quot; atau makin bagus.

Bgmana pariwistanya? setali tiga uang. Tdk bs berlarut2 dlm agenda lama/konvensional, promosi &amp; perbaikan sj (ini tugas harian disparnibud prov, kota, kabupaten). Mesti ada perombakan radikal. Dan jalannya melalui upya &quot;penceburan&quot; itu, melalui badan par kalimantan (bukan badan par. kalteng), yg visi misi &amp; tgsnya beda dgn badan pariwisata di destinasi lainnya, yg tdk melulu konteksnya hanya tuk berpromosi. 

Krn melalui badan ini bs merangsang inevstor luar utk mngembagkan sisi aksesbilitas, amenitas &amp; daya tarik, sbb provinsi tdk cukup biaya utk berpromosi &amp; merenovasi. Melalui badan ini pula bs saling memecut ke-4 provisni utk bersaing scr kooperatif (bekerjasama dlm persaingan yg sehat utk kemajuan bersama).

Bila kita msh dlm stigma &quot;daya tarik wisata kalteng jelek&quot;, sulit kita keluar dr kondisi skrg. 
Persepsi negatif pariwisata kalteng tdk maju memang sebuah realita. Namun bila kita masih berkutat pd mslh &quot;being&quot;, selamanya akan terkerangkeng dgn stigma itu. Mari keluar dr persoalan &quot;being&quot; itu, tp gapai &quot;meaning of life&quot;, yg berbasis visi &amp; iman.

Niscaya, kalimantan (bukan hanya kalteng) akan lebih dr singapura itu. Negara yg alam, tumbuhan, tak ada gunung/bukit, tak punya sungai &amp; riam, tak punya orang utan &amp; budayanya dulu tdk ada apa-apa, tp krn visi &amp; believing mrk, krn kepiawaian+krj keras SDM nya mendayagunakan kreativitas, inovasi &amp; pengetahuan mjd destinasi terpopuler di dunia.

Apalagi Kalteng &amp; kalimantan yg kaya itu..mengapa takut mjd pelopor? 


*khusus menyoroti mslh &#039;being &amp; meaning&#039; tsb bs bc di blog sy berjudul &quot;qou vadis kebudayaan dayak&quot;

Ok Jean..jgn takut tuk menulis &amp; menuangkan pemikiranmu ya..GB</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Argumen yg sgt baik Jean. Krn fakta bhw kita tertinggal itulah (baik infrastruktur, sdm, ekonomi, pariwisata, dll) dibanding ketiga propinsi lainnya di bumi Kalimantan, tidak seharusnya membuat pesimis. Kalteng yg disebut2 sbg propinsi paling miskin &amp; tertinggal scr infrastruktur adalah PELOPOR &amp; INOVATOR Forum Percepatan Pembangunan Kalimantan (FKRP2RK).</p>
<p>Mengherankan, Ajaib &amp; Luar biasa yg dilakukan oleh kalteng tsb., kan udah plg "kecil"-"miskin" pula tapi berani berinisiatif. Gara2 "kecebur" berani itulah, pembangunan infrstrktur kalteng "menggila" atau makin bagus.</p>
<p>Bgmana pariwistanya? setali tiga uang. Tdk bs berlarut2 dlm agenda lama/konvensional, promosi &amp; perbaikan sj (ini tugas harian disparnibud prov, kota, kabupaten). Mesti ada perombakan radikal. Dan jalannya melalui upya "penceburan" itu, melalui badan par kalimantan (bukan badan par. kalteng), yg visi misi &amp; tgsnya beda dgn badan pariwisata di destinasi lainnya, yg tdk melulu konteksnya hanya tuk berpromosi. </p>
<p>Krn melalui badan ini bs merangsang inevstor luar utk mngembagkan sisi aksesbilitas, amenitas &amp; daya tarik, sbb provinsi tdk cukup biaya utk berpromosi &amp; merenovasi. Melalui badan ini pula bs saling memecut ke-4 provisni utk bersaing scr kooperatif (bekerjasama dlm persaingan yg sehat utk kemajuan bersama).</p>
<p>Bila kita msh dlm stigma "daya tarik wisata kalteng jelek", sulit kita keluar dr kondisi skrg.<br />
Persepsi negatif pariwisata kalteng tdk maju memang sebuah realita. Namun bila kita masih berkutat pd mslh "being", selamanya akan terkerangkeng dgn stigma itu. Mari keluar dr persoalan "being" itu, tp gapai "meaning of life", yg berbasis visi &amp; iman.</p>
<p>Niscaya, kalimantan (bukan hanya kalteng) akan lebih dr singapura itu. Negara yg alam, tumbuhan, tak ada gunung/bukit, tak punya sungai &amp; riam, tak punya orang utan &amp; budayanya dulu tdk ada apa-apa, tp krn visi &amp; believing mrk, krn kepiawaian+krj keras SDM nya mendayagunakan kreativitas, inovasi &amp; pengetahuan mjd destinasi terpopuler di dunia.</p>
<p>Apalagi Kalteng &amp; kalimantan yg kaya itu..mengapa takut mjd pelopor? </p>
<p>*khusus menyoroti mslh 'being &amp; meaning' tsb bs bc di blog sy berjudul "qou vadis kebudayaan dayak"</p>
<p>Ok Jean..jgn takut tuk menulis &amp; menuangkan pemikiranmu ya..GB</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jeadist</title>
		<link>http://betang.com/artikel/wisata/badan-pariwisata-kalimantan-perlukah.html#comment-634</link>
		<dc:creator>jeadist</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 15:52:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://betang.com/?p=836#comment-634</guid>
		<description>Saya rasa ide yang baik kalau membangun suatu badan pariwisata guna membantu jalannya promosi pariwisata. Namun saya kira, saat kita membicarakan promosi, kita harus juga tidak melupakan apa yang dipromosikan.

Berbicara kondisi pariwisata di Kalteng, kalau boleh saya mengungkapkan pendapat pribadi : pariwisata kalteng tidak hanya berjalan di tempat, tapi saya pribadi jujur *sekali lagi saya pribadi* menganggap hampir mati alias sekarat. Pertengahan bulan mei 2009 saat saya melakukan penelitian di arboretum tentang Anak Himba Outbond yang diklaim berbasis community, jalan akses arboretum masuk ke dalam hutan rusak total. Jembatan kayu tidak dapat dilalui sampai ke dalam, hanya sebatas sisi awal. Kata masyarakat setempat dikarenakan taman hutan ini menjadi kawasan reintroduksi *perlu penelitian lebih lanjut*. Setidaknya dari observasi saya selama 8 hari disana, BKSDA yang memiliki lahan ini sepertinya &quot;diam&quot; dengan kondisi kerusakan arboretum. Lantas peneliti2 atau wisatawan yg tertarik dengan potensi flora arboretum tidak dapat lagi menikmati potensi tersebut.

atau kita sebut lagi taman alam bukit tangkiling. Secara teori yang harus di cross cek dengan fakta di lapangan atau aplikasinya adalah, salah satu syarat daerah atau daya tarik dapat dikatakan sebagai daya tarik wisata *karena tidak lagi ada istilah objek dan daya tarik wisata, hanya daya tarik wisata* dan saya lebih suka menyebut dengan destinasi wisata adalah something to see, something to do, something to buy yang kemudian terkait dengan 4 A salah duanya atraksi dan aksesibilitas. Untuk syarat itupun kondisi destinasi yang kita aku-akui atau kita elu-elukan atau kita bangga-banggakan sebagai potensi daya tarik wisata tidak bisa disebut sebagai sebuah destinasi wisata. Apakah hanya melihat pemandangan alam dapat dikatakan berwisata??

Tentunya pengertian wisata atau pariwisata adalah kegiatan yang dilakukan satu orang atau lebih yang melakukan perjalanan meninggalkan rumahnya dengan tidak bermaksud mencari kerja, mencari pengalaman baru, melakukan kegiatan dengan motivasi-motivasi dan melakukan kegiatan yang berbeda dari rutinitas hariannya. Tentunya kegiatan wisata ini seperti yang ditulis para senior di atas adalah harus ada akses yang cukup, pelayanan yang cukup, fasilitas yang cukup, sehingga layak untuk dikunjungi wisatawan *Walau yang cukup tsb jg sederhana*

Jadi saya rasa, sebelum membuat badan pariwisata apalagi membawa nama Kalimantan yang tidak hanya mencakup Kalteng tapi jg membawa nama 3 provinsi lainnya *atau sebagai pelopor/penggerak*, kita baik pemda maupun para aktivis pariwisata harus memperhatikan dan memperbaiki kondisi destinasi wisata yang kita miliki dulu. Bagaimana kita mau mempromosikan destinasi agar dikunjungi tapi destinasi tsb belum bisa dikatakan layak? Bukankah kita mempermalukan diri kita sendiri?

Berbicara promosi tidak hanya bisa dilakukan oleh Badan pariwisata, Tour Operator pun bisa walau dalam skala yg lebih kecil. Maksud saya, tour operator bisa merintis promosi pariwisata daerah. Tapi apakah kita punya tour operator di kalteng yg benar2 profesional? Setau saya *Semoga saya salah, karena yg saya tau belum tentu benar* ada 1-2 BPW yg menawarkan paketnya ke BPW lain di jawa dan bali namun tidak seimbang jumlahnya dengan agen perjalanan wisata *yang katanya agen perjalanan wisata tapi semua hanya sebatas ticketing, lantas jarang yg menjual paket wisata* Justru BPW inilah yang lantas juga efektif dalam mempromosikan destinasi wisata. Jadi kenapa tidak kita dorong terbentuknya BPW atau tour operator yang lebih profesional. :)

selama saya terlibat dengan hal2 yg berbau tour dan promosi destinasi, itulah yang saya lihat. Bahkan, hampir semua wisatawan asing yang berkunjung ke Kalteng dihandle atau ditangani oleh BPW dari luar kalteng. *walaupun ada 1-2 biro perjalanan dari kalteng yg menawarkan paket2nya ke biro di luar kalteng seperti Bali dan beberapa di pulau jawa dgn sistem join*

Menanggapi tren pariwisata dunia saat ini yang beralih dari mass tourism atau pariwisata masal yang mementingkan jumlah kunjungan tanpa memperhatikan kualitas wisatawan sudah mulai beralih ke arah alternative tourism dimana jumlah kunjungan wisatawan tidak menjadi hal yang utama namun kelestarian Sumber daya yang menjadi potensi dan nilai edukasi bagi wiatawan-lah yang dipentingkan. Sehingga wisatawan yang dijangkau pun berkualitas. salah satu bentuknya adalah konsep ecotourism atau pariwisata ekologi. TNTP memang sudah menerapkan kosep ecotourism ini dng baik. Tapi saya belum mendengar taman nasional lainnya di kalteng yang demikian. Saat sepupu saya mengurus izin dan mencari informasi utk penelitian di Taman Nasional Sebangau ternyata hasil yang didapat mengecewakan. Mungkin karena terbilang baru sehingga tidak bisa disamakan dengan TNTP. Tapi harus dilihat apakah ekowisata benar2 ekowisata atau hanya sekedar cover??? Tentunya dilihat dari penerapan di lapangan salah satunya aktivitas ecotourist di destinasi.

Yah hanya itu pendapat saya yang masih anak kemarin sore....
maaf kalau menyinggung atau kurang berkenan...
sekedar memberikan opini yang *semoga* bisa saya pertanggungjawabkan, hehehe...
bukan bermaksud pesimis..., tapi justru melihat fakta2 inilah membuat saya semakin bersemangat untuk membangun &quot;huma&quot; saya :)

tabe :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya rasa ide yang baik kalau membangun suatu badan pariwisata guna membantu jalannya promosi pariwisata. Namun saya kira, saat kita membicarakan promosi, kita harus juga tidak melupakan apa yang dipromosikan.</p>
<p>Berbicara kondisi pariwisata di Kalteng, kalau boleh saya mengungkapkan pendapat pribadi : pariwisata kalteng tidak hanya berjalan di tempat, tapi saya pribadi jujur *sekali lagi saya pribadi* menganggap hampir mati alias sekarat. Pertengahan bulan mei 2009 saat saya melakukan penelitian di arboretum tentang Anak Himba Outbond yang diklaim berbasis community, jalan akses arboretum masuk ke dalam hutan rusak total. Jembatan kayu tidak dapat dilalui sampai ke dalam, hanya sebatas sisi awal. Kata masyarakat setempat dikarenakan taman hutan ini menjadi kawasan reintroduksi *perlu penelitian lebih lanjut*. Setidaknya dari observasi saya selama 8 hari disana, BKSDA yang memiliki lahan ini sepertinya "diam" dengan kondisi kerusakan arboretum. Lantas peneliti2 atau wisatawan yg tertarik dengan potensi flora arboretum tidak dapat lagi menikmati potensi tersebut.</p>
<p>atau kita sebut lagi taman alam bukit tangkiling. Secara teori yang harus di cross cek dengan fakta di lapangan atau aplikasinya adalah, salah satu syarat daerah atau daya tarik dapat dikatakan sebagai daya tarik wisata *karena tidak lagi ada istilah objek dan daya tarik wisata, hanya daya tarik wisata* dan saya lebih suka menyebut dengan destinasi wisata adalah something to see, something to do, something to buy yang kemudian terkait dengan 4 A salah duanya atraksi dan aksesibilitas. Untuk syarat itupun kondisi destinasi yang kita aku-akui atau kita elu-elukan atau kita bangga-banggakan sebagai potensi daya tarik wisata tidak bisa disebut sebagai sebuah destinasi wisata. Apakah hanya melihat pemandangan alam dapat dikatakan berwisata??</p>
<p>Tentunya pengertian wisata atau pariwisata adalah kegiatan yang dilakukan satu orang atau lebih yang melakukan perjalanan meninggalkan rumahnya dengan tidak bermaksud mencari kerja, mencari pengalaman baru, melakukan kegiatan dengan motivasi-motivasi dan melakukan kegiatan yang berbeda dari rutinitas hariannya. Tentunya kegiatan wisata ini seperti yang ditulis para senior di atas adalah harus ada akses yang cukup, pelayanan yang cukup, fasilitas yang cukup, sehingga layak untuk dikunjungi wisatawan *Walau yang cukup tsb jg sederhana*</p>
<p>Jadi saya rasa, sebelum membuat badan pariwisata apalagi membawa nama Kalimantan yang tidak hanya mencakup Kalteng tapi jg membawa nama 3 provinsi lainnya *atau sebagai pelopor/penggerak*, kita baik pemda maupun para aktivis pariwisata harus memperhatikan dan memperbaiki kondisi destinasi wisata yang kita miliki dulu. Bagaimana kita mau mempromosikan destinasi agar dikunjungi tapi destinasi tsb belum bisa dikatakan layak? Bukankah kita mempermalukan diri kita sendiri?</p>
<p>Berbicara promosi tidak hanya bisa dilakukan oleh Badan pariwisata, Tour Operator pun bisa walau dalam skala yg lebih kecil. Maksud saya, tour operator bisa merintis promosi pariwisata daerah. Tapi apakah kita punya tour operator di kalteng yg benar2 profesional? Setau saya *Semoga saya salah, karena yg saya tau belum tentu benar* ada 1-2 BPW yg menawarkan paketnya ke BPW lain di jawa dan bali namun tidak seimbang jumlahnya dengan agen perjalanan wisata *yang katanya agen perjalanan wisata tapi semua hanya sebatas ticketing, lantas jarang yg menjual paket wisata* Justru BPW inilah yang lantas juga efektif dalam mempromosikan destinasi wisata. Jadi kenapa tidak kita dorong terbentuknya BPW atau tour operator yang lebih profesional. <img src='http://betang.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>selama saya terlibat dengan hal2 yg berbau tour dan promosi destinasi, itulah yang saya lihat. Bahkan, hampir semua wisatawan asing yang berkunjung ke Kalteng dihandle atau ditangani oleh BPW dari luar kalteng. *walaupun ada 1-2 biro perjalanan dari kalteng yg menawarkan paket2nya ke biro di luar kalteng seperti Bali dan beberapa di pulau jawa dgn sistem join*</p>
<p>Menanggapi tren pariwisata dunia saat ini yang beralih dari mass tourism atau pariwisata masal yang mementingkan jumlah kunjungan tanpa memperhatikan kualitas wisatawan sudah mulai beralih ke arah alternative tourism dimana jumlah kunjungan wisatawan tidak menjadi hal yang utama namun kelestarian Sumber daya yang menjadi potensi dan nilai edukasi bagi wiatawan-lah yang dipentingkan. Sehingga wisatawan yang dijangkau pun berkualitas. salah satu bentuknya adalah konsep ecotourism atau pariwisata ekologi. TNTP memang sudah menerapkan kosep ecotourism ini dng baik. Tapi saya belum mendengar taman nasional lainnya di kalteng yang demikian. Saat sepupu saya mengurus izin dan mencari informasi utk penelitian di Taman Nasional Sebangau ternyata hasil yang didapat mengecewakan. Mungkin karena terbilang baru sehingga tidak bisa disamakan dengan TNTP. Tapi harus dilihat apakah ekowisata benar2 ekowisata atau hanya sekedar cover??? Tentunya dilihat dari penerapan di lapangan salah satunya aktivitas ecotourist di destinasi.</p>
<p>Yah hanya itu pendapat saya yang masih anak kemarin sore....<br />
maaf kalau menyinggung atau kurang berkenan...<br />
sekedar memberikan opini yang *semoga* bisa saya pertanggungjawabkan, hehehe...<br />
bukan bermaksud pesimis..., tapi justru melihat fakta2 inilah membuat saya semakin bersemangat untuk membangun "huma" saya <img src='http://betang.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>tabe <img src='http://betang.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Badan Pariwisata Kalimantan, Perlukah? &#171;</title>
		<link>http://betang.com/artikel/wisata/badan-pariwisata-kalimantan-perlukah.html#comment-599</link>
		<dc:creator>Badan Pariwisata Kalimantan, Perlukah? &#171;</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 07:14:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://betang.com/?p=836#comment-599</guid>
		<description>[...] 17 Juni 2009. Telah dimuat di Harian Kalteng Pos (15-16 Juni 2009) dan di portal Kalimantan Tengah www.betang.com, serta situs resmi Pemprov Kalteng [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] 17 Juni 2009. Telah dimuat di Harian Kalteng Pos (15-16 Juni 2009) dan di portal Kalimantan Tengah <a href="http://www.betang.com" rel="nofollow">http://www.betang.com</a>, serta situs resmi Pemprov Kalteng [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.260 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2010-03-03 17:15:11 -->
