Tjilik Riwut: Pahlawan Dayak-Nasional
Oleh Bintang Sariyatno • Tokoh • Selasa, 5 Mei 2009 pukul 20:45 WIB
20 Komentar •
Seorang yang bangga akan tanah leluhurnya serta selalu menyatakan dirinya sebagai "orang hutan" karena ia lahir dan tumbuh besar di belantara hutan Kalimantan. Ia lahir di Katunen, Kasongan, tepatnya Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Ia adalah seorang yang mencintai alam dan dan seorang yang mempunyai pendirian yang kuat yang dapat melihat sekitarnya dengan dasar yang kokoh terutama mengenai budaya Dayak.

www.kalteng.go.id/IMAGES/MUKA/TjilikR.jpg
Ketika Ia menginjak usia remaja, ia sering pergi seorang diri menuju Bukit Batu, untuk bertapa. Pada waktu melakukan pertapaan inilah ia memperoleh petunjuk pertama kali yang mengarahkannya untuk menyeberangi lautan menuju ke Pulau Jawa. Pada jaman dulu bisa dibayangkan keterbatasan sarana transportasi apalagi sarana komunikasinya sangatlah sulit. Unruk mencapai pulau Jawa ia tak kenal lelah dan putus asa, halangan serta rintangan dianggapnya sebagai pemacu semangat untuk mencapai sesuatu yang dicita-citakan. Segala macam cara ia coba untuk melakukannya baik itu ia harus berjalan kaki menerobos lebatnya belantara Kalimantan, menyusuri sungai menggunakan perahu maupun rakit, agar ia dapat mencapai pulau Jawa di seberang laut sana. Akhirnya, ia pun sampai juga di Banjarmasin, sekarang ibukota Kalimantan Selatan, dan di sinilah ia mendapatkan pekerjaan yang akan mengantarkannya ke tempat tujuan, yaitu Pulau Jawa.
Pada awal perjalanan karirnya (1940) di mulai menjadi seorang pemimpin redaksi majalah Pakat Dayak bersama "Suara Pakat". Koresponden Harian Pemandangan, pimpinan M. Tambran. Dan juga koresponden Harian Pembangunan, pimpinan Sanusi Pane, seorang sastrawan Indonesia angkatan pujangga baru. Ia juga menjadi salah seorang tokoh yang mewakili 142 suku Dayak yang berada di pedalaman Kalimantan (185.000 jiwa) yang menyatakan diri dan melaksanakan Sumpah Setia dengan upacara adat leluhur suku Dayak kepada pemerintah Republik Indonesia (17 Desember 1946). Ia adalah putra Dayak yang menjadi seorang anggota KNIP (1946 - 1949). Ia juga berjasa dalam memimpin Operasi penerjunan Pasukan Payung yang pertama kali dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik indonesia (17 Oktober 1947), tepatnya di desa Sambi, Pangkalanbun. Dengan pasukan MN 1001. Peristiwa ini kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Pasukan Khas TNI-AU.
Dalam suatu kesempatan, ia akhirnya dapat pulang kembali ke tanah leluhurnya, dan kembali bertapa di Bukit Batu. Pada pertapaannya kali ini ia memohon petunjuk dari Yang Maha Kuasa untuk perjuangannya melawan penjajah yang pada saat itu sedang "bertengger" di Indonesia. Dalam kesempatan itu ia pun bernazar untuk tidak menikah sebelum Indonesia merdeka. Setelah ia selesai melakukan pertapaanya, ia memperoleh suatu benda, yaitu sebuah batu yang berbentuk seperti daun telinga. Petunjuk yang ia peroleh sewaktu bertapa mengatakan bahwa batu yang ia peroleh itu dapat dipergunakan untuk mendengar dan memantau musuh apabila di letakkan berdekatan dengan daun telinganya. Namun setelah kemerdekaan Indonesia, batu itu pun gaib keberadaannya.
Sebagai seorang pejuang yang sangat mencintai kebudayaan leluhurnya, ia sangat fanatik dengan angka 17, yaitu angka kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Karena begitu menyatunya dengan angka 17 ini pada dirinya maka sebagaian besar kehidupannya dipengaruhi oleh angka 17, berikut beberapa contohnya.
- Pelaksanaan sumpah setia 142 suku di pedalaman Kalimantan yang ia wakili kepada pemerintah Republik Indonesia secara adat dihadapan Presiden Soekarno di Gedung Agung, Yogyakarta 17 Desember 1946.
- Desa Pahandut yang merupakan cikal bakal dari ibukota Kalimantan Tengah, yaitu Palangka Raya. Merupakan desa yang ke-17 yang dihitung dari sungai Kahayan.
- Peletakkan batu pertama kota Palangka Raya yang melambangkan perjuangan yang telah memberikan hasil kepada masyarakatnya, pada tanggal 17 Juli 1957.
- Ia menjadi gubernur yang pertama bagi provinsi yang ke-17, yaitu provinsi Kalimantan Tengah
- Kelahiran provinsi Kalimantan Tengah tepat pada masa pemerintahan Republik Indonesia Kabinet yang ke-17.
Akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1987, putra terbaik Dayak ini tutup usia dalam usia 69 tahun di Rumah Sakit Suaka Insan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Begitu banyak jasa dan pengorbanan yang telah dilakukan oleh seorang putra Dayak ini, bahaya pun selalu mengintai keselamatannya. Namun berbekal keyakinan teguh serta semangat yang membara akan cita-cita yang telah lama diimpikannya, ia pun melakukan tugasnya tanpa kenal lelah apalagi kata menyerah dalam dirinya. Tidaklah kecil jasa seorang Tjilik Riwut kepada bangsa Indonesia. Haruslah generasi sekarang ini mengenang jasa-jasanya agar dapat memetik keteladanan, kegigihan serta perjuangan hidupnya agar dapat dijadikan panutan bagi kita.
Atas jasa-jasanya yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia serta membangun provinsi Kalimantan Tengah maka, pada masa pemerintahan presiden B.J. Habibie, ia ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia. untuk mengingat jasa seorang Tjilik Riwut, putra Kasongan sungai Katingan ini diabadikan pada berbagai tempat di Kalimantan Tengah, diantaranya bandara Palangka Raya, jalan terpanjang di Kalimantan yang menghubungkan kota Palangka Raya hingga daerah Kotawaringin.
* gambar diambil dari kalteng.go.id
Kata Kunci:
banjar, banjarmasin, bukit batu, dayak, indonesia, kahayan, kalimantan selatan, kalimantan tengah, kasongan, katingan, katunen, kebudayaan, kotawaringin, kotawaringin timur, leluhur, maneser panatau tatu hiang, orang hutan, pahandut, pakat dayak, palangka raya, pangkalanbun, putra daerah, sampit, suara pakat, tjilik riwut
Hak Cipta
Materi ini dilindungi oleh UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta dan merupakan tanggungjawab penulisnya.
Harap mengikuti halaman Hak Cipta dan Penyangkalan untuk penggunaan dan pemanfaatan materi.
Tentang Penulis
Bintang Sariyatno adalah administrator, penulis aktif-tetap, dan pemangku konten Betang.COM. Saat ini berstatus sebagai mahasiswa Biologi Murni di Universitas Negeri Yogyakarta.
Cetak Halaman Ini
Sebarkan via Email




















Agnes E. T.
teringat akan krisna mukti aku meliyad muka cilik riwut neh... (rahasia kita aja ya tang)
Guns
Kapan provinsi kita memiliki pemimpin yang memiliki sosok seperti Tjilik Riwut ? Sosok yang punya pendirian kuat, sosok yang sangat mencintai dan menjunjung kebudayaan leluhurnya. Saya sangat bangga, bisa memiliki sosok pahlawan seperti beliau. Bayangkan disela kesibukan beliau sebagai gubernur pertama KALTENG, beliau aktif menulis tulisan tentang dayak yang terbit dibeberapa surat kabar. Tulsan tersbut bahkan sampai sekarang terkliping rapi diperpustakaan pribadi milik putri ke-3 beliau (Nila Riwut).
Guns
Kapan provinsi kita memiliki pemimpin yang memiliki sosok seperti Tjilik Riwut ? Sosok yang punya pendirian kuat, sosok yang sangat mencintai dan menjunjung kebudayaan leluhurnya. Saya sangat bangga, bisa memiliki sosok pahlawan seperti beliau. Bayangkan disela kesibukan beliau sebagai gubernur pertama KALTENG, beliau aktif menulis tulisan tentang dayak yang terbit dibeberapa surat kabar. Tulsan tersebut bahkan sampai sekarang terkliping rapi diperpustakaan pribadi milik putri ke-3 beliau (Nila Riwut).
Bintang Sariyatno
Pak Tjilik Riwut merupakan sosok yang berwibawa, walaupun kesibukan yang padat, ia tidak meninggalakan ajaran leluhur. Semoga kelak ada lagi sosok pemimpin seperti Bapak.
Marvy
nice article.. Saya sudah lama mencari berita tentang Cilik Riwut
guntur
jarang ada tokoh yang begitu mulia hati dan perjuangannya, Beliu salah satunya dan sebagai orang dayak dan warga Kal-teng aku bangga. Semoga akan lahir kembali Cilik Riwut - Cilik Riwut baru di bumi Isen Mulang.
Didi Soepriadi
i love you mr. Tjilik Riwut
Rudy Gunawan
Wah, baru nyadar dan baca komen Agen. Woi woi Gen, kualat ntar tuh.
anto Borneo
saya bangga jadi orang dayak......
Miftahnongot
Pak Tjilik Riwut memang pahlawan Kalteng dan Dayak yang sangat berpengaruh, tapi cobalah portal Betang menulis tentang tokoh-tokoh lain seperti Ngabe Sukah atau Temanggung Jayakarti.
Renhart Jemi
Mantap betul
agungaden
tahu anda pahlawan lain selain Bpk.Tjilik Riwut
tahukah anda tentang penerjunan pertama di kalimantan
cikal bakal Kophaskas?? pasukan elite TNI-AU..
~tabe~
tahi kucing
tahi kucing. pahlawan apanya orang ini.
anank
pak adakah cerita tokoh kalimatan tengah selain clik riwut saya mau minta ceritanya.makasih
Tjilik Riwut: Pahlawan Nasional Asal Dayak | Semesta Indonesia
[...] (Sumber: http://betang.com/artikel/tokoh/tjilik-riwut-pahlawan-dayak-nasional.html) [...]
Tentang Dayak: Nila-Riwut.com | Tokoh Kalimantan Tengah | Betang.COM
[...] Inggris yang memuat segala informasi mengenai kebudayaan Dayak. Situs ini dikelola oleh putri Tjilik Riwut yang menjadi penyunting buku Maneser Panatau Tatu Hiang, mina Nila [...]
wais prans ,,,,dayak maayan
trimakasih kepada tjilik riwut telah membentuk kalimantan tengah ,,,,,,,,,,,,q bangga punya seorang pahlawan seperti dia ,,,,,,,,,
TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA DARI AWAL PERTENGEHAN HINGGA BERAKHIRNYA NANTI AMIN,
Martha
Uluh itah ela minder..
Hawi melai kalimantan pa lg melai sampit..
Ela kare mahame.bravo uluh itah.
Adventus Anggriawan
nice story......saya sangat terharu sekali akan perjuangan bapak Chilik Riwut.....saya berharap dengan semangat dan keberaniannya yang tak kenal lelah....dapat memotivasi kita sebagai warga dayak...agar pembangunan kota palangkaraya menjadi lebih baik,,,dan eksis......Thanks for you Mr.Chilik Riwut...Heroes Kalimantan Tengah........
SMA Mandiri Desa Telaga
thank's bwt infonya, blh sy ctk crt nya bwt dipublikasikan dimading sklh pa? biar brtmbh pengetahuan sejarah mrk.