Tentang Dayak: Nila-Riwut.com

Jika tahun 2009 dapat dikatakan sebagai era keemasan jejaring sosial di internet, maka boleh dikatakan pula bahwa tahun 2009 merupakan masa kebangkitan situs-situs internet yang mengangkat soal kebudayaan dan kearifan lokal. Salah satunya yang baru saja diluncurkan bulan Novermber lalu, sebuah situs berbahasa Inggris yang memuat segala informasi mengenai kebudayaan Dayak. Situs ini dikelola oleh putri Tjilik Riwut yang menjadi penyunting buku Maneser Panatau Tatu Hiang, mina Nila Riwut.

Saya, Nila Riwut, seorang perempuan dayak, ibu, dan juga nenek. Saya menetap di Yogyakarta, Indonesia; mencoba memberi makna dalam hidup dengan memperkenalkan kebudayaan Dayak, Kalimantan, Indonesia. Minat saya pada kebudayaan Dayak dimulai ketika masih remaja, saya diajarkan oleh almarhum ayah dan langsung jatuh cinta lalu memutuskan untuk lebih mendalaminya. Semua yang saya lakukan, dilakukan dengan hati dan rasa terimakasih sebagai dedikasi kepada mendiang kedua orangtua saya.

Pengertian mengenai kebudayaan nenek moyang saya benar-benar diperkaya oleh catatan dan dokumentasi pribadi almarhum ayah saya, Tjilik Riwut. Dengan tujuan agar dokumen-dokumen tersebut dapat menjadi bahan akademis dan dapat memberikan kontribusi kepada ilmu pengetahuan, dalam prosesnya saya didampingi oleh Dr. G. Budi Subanar, dosen pascasarjana pada Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dengan bimbingannya, beberapa buku telah diterbitkan. Sebagaimana adanya untuk situs ini, ditulis berdasarkan pengetahuan saya mengenai kebudayaan Dayak yang antara lain berasal dari catatan dan dokumentasi Tjilik Riwut.

Sejarah dan kebudayaan sebuah bangsa adalah salah satu aset dunia yang tak ternilai harganya. Agar hal semacam itu tidak lantas punah, mari kita memberikan kontribusi padanya. Meskipun itu hanya sebagian kecil dan tak berarti, saya benar-benar berharap agar upaya ini tidak sia-sia.

(diterjemahkan literal dari kalimat pembuka pada www.nila-riwut.com)

Situs ini diluncurkan pada tanggal 17 November 2009. Tanggal tersebut dipilih karena merupakan nomor favorit dan keramat bagi Tjilik Riwut. Situs ini antara lain berisi mengenai kebudayaan, sejarah, obat tradisional, kuliner, dan lain sebagainya tentang Dayak. Juga akan dilengkapi dengan kamus bahasa Dayak Ngaju.

Silahkan mengunjungi situs ini dengan mengakses alamat:

www.nila-riwut.com

 

Diharapkan dengan memakai bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, situs ini dapat memperkenalkan kebudayaan Dayak tidak hanya terbatas pada warga Indonesia, tetapi ke seluruh penjuru dunia.

* foto dari www.nila-riwut.com

Kata Kunci:
, , , , , , ,

Rudy Gunawan
Tentang Penulis

Rudy Gunawan adalah administrator, editor, serta pemangku desain dan ide kreatif Betang.COM. Tengah berjibaku dengan studinya di jurusan Antropologi Budaya Universitas Gadjah Mada.

Terdapat 7 Komentar

  1. #1 Senin, 14 Desember 2009 Pukul 20:35 WIB
    wais prans ,,,,dayak maayan

    apa yang anda berikan dengan melalui situs ini bisa berguna untuk di baca pada generasi penerus dayak yang berarti supaya kita tau dan membuka wawasan akal pikiran kita bagaimana kita dapat menghargai dan memperdalam budaya-budaya dayak agar tidak hilang dengan berkembangnya dunia yang semakin moderen ,,,,,,,,,,,
    thanks buat NILA ,,,,,
    SALAM TEKA UMPU KAKAH ULUN MAAYAN .GOD BLESS YOU

  2. #2 Rabu, 16 Desember 2009 Pukul 18:33 WIB
    hamlennon

    Luar biasa Mina Nila, sampai sekarangpun beliau masih konsisiten dalam pelestarian budaya dan sejarah Kalimantan Tengah. Bahkan situs ini menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya, ini membuktikan bahwa Mina Nila ingin mempromosikan betapa luhurnya kebudayaan kita dimata masyarakat internasional. SALUD buat Mina Nila, Two thumbs up!

  3. #3 Jumat, 15 Januari 2010 Pukul 9:36 WIB
    escoret

    gun,kpn posting soal barang2 antik dr dayak?

  4. #4 Jumat, 26 Februari 2010 Pukul 20:36 WIB
    eddyranan

    Uras gawi bahalap, mudah-mudahan secara nyata tau bermanfaat akan utus itah oloh Dayak.

  5. #5 Sabtu, 1 Mei 2010 Pukul 18:15 WIB
    Martani jumay junaedi

    oloh itah kia nahhhhhhhhh
    salam dengan oloh itah bara kaingan dayak ti nah ,ayongku bara kalimantan kia
    namun ayong sekarang tegi bara makkah .aamun tegi oluh itah khususnya ngajo islam yg mananjung umroh ke makkah ayongku ti siaap akan melayani oloh itah
    salammmmmmmm hayak hayak manasai uras gawi balaaaaaapppppppppppp tooooo
    mardekaaaaaa salam balap akan nila riwut

  6. #6 Rabu, 19 Mei 2010 Pukul 15:54 WIB
    Bruce

    apa yang anda berikan dengan melalui situs ini bisa berguna untuk di baca pada generasi penerus dayak yang berarti supaya kita tau dan membuka wawasan akal pikiran kita bagaimana kita dapat menghargai dan memperdalam budaya-budaya dayak agar tidak hilang dengan berkembangnya dunia yang semakin moderen ,,,,,,,,,,,
    thanks buat NILA ,,,,,
    SALAM TEKA UMPU KAKAH ULUN MAAYAN .GOD BLESS YOU

  7. #7 Senin, 21 Juni 2010 Pukul 21:39 WIB
    Ellis Artyana

    Salam kenal untuk Ibu Nila dan untuk teman-teman sesama pecinta budaya Dayak!

    Perkenalkan, nama saya ellis. Walaupun saya bukan orang dayak (saya campuran Sunda dan Melayu kalbar), saya sangat jatuh cinta pada budaya dayak. Saya berencana melakukan penelitian ke Kalteng seputar kebudayaan dayak. Jika Tuhan mengijinkan, saya juga ingin membuat film dokumenter tentang kebudayaan Dayak. Hal tersebut tidak lain adalah untuk melestarikan kebudayaan suku ini sebagai warisan nenek moyang bagi negara kita, dan juga dunia.
    Kebetulan saya sedang tinggal di Jogja (sebelum pindah ke Kalteng bulan July nanti). Saya sangat ingin bertemu dengan Ibu Nila, tapi saya tidak tahu alamatnya atau harus kemana agar saya bisa menemui Ibu. Jika Ibu tidak keberatan, bolehkan saya meminta alamat Ibu dan menemui Ibu? Terima kasih sebelumnya. Semoga kecintaan kita pada budaya bangsa di negeri ini tidak sebatas pernyataan, tapi juga teraplikasikan melalui tindakan dalam upaya untuk melestarikannya.

    SALAM BUDAYA!

Tinggalkan Komentar

Komentar diharapkan dalam Bahasa Indonesia, Inggris, Dayak (Kalteng), atau Banjar.
Ingin mempunyai gambar avatar sendiri jika berkomentar? Segera daftarkan diri di Gravatar!

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Dari Meja Redaksi

Maskot Hatue en Bawi

Maskot Hatue en Bawi Hatue en Bawi, alias Laki-laki dan Perempuan dalam Bahasa Dayak Ngaju, adalah nama dari dua figur ...

Laporan lainnya...

» Mengapa Berupa Situs? (9)
» Komentar 101: Facebook (18)
» HUT Tambun Bungai (6)

Dalam Jaringan

Komunitas Facebook

Kabar Kalteng

Sebuah galat telah terjadi, yang kemungkinan berarti umpan tersebut sedang anjlok. Coba lagi nanti.