Pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah
Oleh Mulus Budianto • Serbaneka • Senin, 27 Juli 2009 pukul 13:28 WIB
12 Komentar •
Provinsi Kalimantan Tengah dibentuk berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Provinsi Kalimantan Tengah dan perubahan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur junto Undang-undang Nomor 21 Tahun 1958 tentang Penetapan Undang-undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah dan Perubahan Undang-undang Nomor: 25 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur (Lembaran Negara Tahun 1957 Nomor 35) sebagai Undang-undang.
Berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957 Ibukota Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah adalah Pahandut, kemudian dengan Undang-undang Nomor 21 Tahun 1958 Ibukota Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah diubah menjadi Palangkaraya.

www.menne-indonesia.de/Zuckerrohr.140.0.html
Selanjutnya dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 22 Desember 1959 Nomor Des.52/12/2-206 kedudukan Pemerintah Daerah Propinsi Tingkat I Kalimantan Selatan, yang semula berkedudukan di Banjarmasin, pindah ke Palangkaraya. Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II Berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Tahun 1953 Nomor 9) Provinsi Kalimantan Tengah terdiri dari 3 kabupaten yaitu Kabupaten Barito, Kapuas dan Kota Waringin.
Berdasarkan Undang-undang Nomor 27 Tahun 1959 Provinsi Kalimantan Tengah terdiri dari 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Barito Utara, Barito Selatan, Kapuas, Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat. Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1965 tentang Pembentukan Kotapraja Palangkaraya. Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah terdiri dari 1 (satu) Kota dan 5 (lima) Kabupaten.
Pemekaran Kabupaten/Kota
Setelah berlakunya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, Provinsi Kalimantan Tengah dimekarkan menjadi 1 Kota dan 13 Kabupaten yaitu:
- Kabupaten Barito Utara dengan Ibukota Muara Teweh
- Kabupaten Murung Raya dengan Ibukota Puruk Cahu;
- Kabupaten Barito Selatan dengan Ibukota Buntok;
- Kabupaten Barito Timur dengan Ibukota Tamiang Layang;
- Kabupaten Kotawaringin Barat dengan Ibukota Pangkalan Bun;
- Kabupaten Sukamara dengan lbukota Sukamara;
- Kabupaten Lamandau dengan Ibukota Nanga Bulik;
- Kabupaten Kotawaringin Timur dengan Ibukota Sampit;
- Kabupaten Seruyan dengan Ibukota Kuala Pembuang;
- Kabupaten Katingan dengan Ibukota Kasongan;
- Kabupaten Kapuas dengan Ibukota Kuala Kapuas;
- Kabupaten Gunung Mas dengan Ibukota Kuala Kurun;
- Kabupaten Pulang Pisau dengan Ibukota Pulang Pisau; dan
- Kotamadya Palangka Raya.
Semboyan dan Logo
Lambang Daerah Provinsi Kalimantan Tengah berbentuk segilima, dengan warna dasar Merah dan di tengah lambang berwarna hijau, dengan semboyan ISEN MULANG (Pantang Mundur).

Segi lima, adalah lambang falsafah hidup bangsa Indonesia adalah Pancasila.
Merah, adalah lambang keberanian, keperkasaan dalam menghadapi berbagai tantangan yang memecah belah persatuan dan kesatuan.
Hijau, adalah lambang kesuburan bumi Tanbun Bungai dengan berbagai kekayaan alam yang terkandung di dalamnya.
Talawang (Perisai), adalah lambang alat penangkis serangan musuh yang melambangkan kewaspadaan dan ketahanan masyarakat terhadap anasir - anasir yang merusak baik dari luar maupun dari dalam.
Belanga (Guci), adalah lambang barang pusaka yang bernilai tinggi, yang melambangkan potensi kekayaan alam Kalimantan Tengah.
Tali Tengang (Tali yang terbuat dari kulit kayu), adalah lambang kekokohan dan kekompakan yang tidak mudah di cerai beraikan.
Kapas dan Parei (Kapas dan Padi), adalah lambang bahan sandang pangan yang melambangkan kemakmuran bangsa Indonesia pada umumnya dan rakyat Kalimantan Tengah pada khususnya.
Bintang Lapak Lime ( Bintang Segi Lima), adalah lambang Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia.
Kambang Kapas (Bunga Kapas) 17 buah, Dawen (daun) 8 lembar dan Bua Parei (Buah Padi) 45 butir, adalah lambang Hari Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.
Burung Tingang (Burung Enggang), adalah lambang pertanda kemakmuran dan kedinamisan serta tekat rakyat Kalimantan Tengah untuk ikut serta secara aktif pemeliharaan dan pelestarian lingkungan.
Mandau dan sipet (Parang dan Sumpit), adalah pasangan senjata yang di buat oleh nenek moyang Suku Dayak Kalimantan Tengah yang digunakan untuk bekerja, berburu dan menghadapi serangan musuh.
Garantung (Gong), adalah lambang bahwa masyarakat Kalimantan Tengah menjunjung tinggi kesenian, kebudayaan, berpandangan optimis dalam menghadapi berbagai tugas dalam suasana gotong royong sebagai lambang persatuan dan kesatuan.
|
No. |
Daerah |
Semboyan |
Arti |
Logo |
| 1. | Kotawaringin Barat | Marunting Batu Aji | Menuju Kejayaan, Kebahagiaan, Keadilan dan Kemakmuran | .
|
| 2. | Sukamara | Gawi Barinjam | Bekerja Bersama-sama untuk Mencapai Tujuan Mulia | .
|
| 3. | Lamandau | Bahaum Bakuba | Musyawarah Untuk Mufakat | .
|
| 4. | Kotawaringin Timur | Habaring Hurung | Gotong Royong | .
|
| 5. | Seruyan | Gawi Hatantiring | Bekerja Bersama-sama | .![]() |
| 6. | Katingan | Penyang Hinje Simpei | Hidup Rukun dan Damai untuk Kesejahteraan Bersama | .
|
| 7. | Kapuas | Tingang Menteng Panunjung Tarung | Berjuang untuk mengangkat Harkat dan Martabat | .
|
| 8. | Pulang Pisau | Handep Hapakat | Persatuan dan Kesatuan Semua Komponen Masyarakat | .
|
| 9. | Gunung Mas | Habangkalan Penyang Karuhei Tatau | Cita-cita untuk Membangun Bersama Dilandasi Iman yang Tinggi | .
|
| 10. | Barito Selatan | Dahani Dahanai Tuntung Tulus | Selamat Sentosa, Adil Makmur Sampai Selama-lamanya | .
|
| 11. | Barito Timur | Jari Janang Kalalawah | Menjadi Jaya Selamanya | .
|
| 12 | Barito Utara | Iya Mulik Bengkang Turan | Pantang Menyerah Sebelum Berhasil | .
|
| 13. | Murung Raya | Tira Tangka Balang | Bekerja Sampai Tuntas | .
|
| 14. | Palangka Raya | Isen Mulang | Pantang Mundur | .
|
Tulisan ini juga ada di blog saya: Pembentukan Provinsi Daerah Kalimantan Tengah
* foto dari www.menne-indonesia.de, beberapa bahan dari www.depdagri.go.id
Kata Kunci:
banjar, banjarmasin, barito selatan, barito timur, barito utara, gunung mas, indonesia, kalimantan barat, kalimantan selatan, kalimantan tengah, kalimantan timur, kapuas, kasongan, katingan, kotawaringin, kotawaringin barat, kotawaringin timur, kuala kurun, lamandau, murung raya, pahandut, palangka raya, pemerintah daerah, pulang pisau, puruk cahu, sampit, seruyan, sukamara, tamiang, undang-undang
Hak Cipta
Materi ini dilindungi oleh UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta dan merupakan tanggungjawab penulisnya.
Harap mengikuti halaman Hak Cipta dan Penyangkalan untuk penggunaan dan pemanfaatan materi.
Tentang Penulis
Mulus Budianto adalah kontributor Betang.COM. Berkecimpung di dunia IT, sempat di BPR dan sekarang Tim Konsultan Manajemen Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri.
Cetak Halaman Ini
Sebarkan via Email





















Agnes E. T.
Wow...trimakasih bwad yg nulis... Bahan ulangan muatan lokal nih....
toel
maaf ini yang nulis buta sejarah ya. langsung di ambil dari tengah. bisa menyesatkan
tomboati
Mas Toel Yth, klo anda lebih melek sejarah mari kita luruskan mana yang menyesatkan?...kita mungkin bukan pelaku sejarah, dan sama2 belajar untuk menyajikan informasi, bila dan ada yg bisa meluruskan sejarah lebih lengkap kenapa anda tidak berkontribusi..?
toel
anda yang nulis ini mencopy paste dari tulisan ahli sejarah kalteng. tidak tahu malu. begini kah generasi muda orang dayak. hanya mencontek saja. baca buku sejrah kalteng. banyak. tulisan lengkap. menipu aja tulisan ini. tulisan banci seperti ini diterbitkan.
yasser
terima kasih tulisannya........
dina
maaf kl slah posting
Mo nanya donk....
aq kan mo pindah dari banjar baru ke tamiang layang, kira" biaya hidup disana mahal nggak y ?
maaf kl slah posting
Rd.Bambang Soetyono Sip
saya akan sedikit koment ,saya tidak tahu sejarah orang2 dayak yg ada di kalteng,namun alangkah baiknya teman2 yg tahu persis mbok ya memberikan kontribusinya jd tidak setengah alur cerita sejarah.jgn saling sok pintar sendiri namun bagaimana saling mengisi kekurangan adalah sangat tepat,rasa memiliki budaya yg sangat tinggi dan luhur peninggalan nenek moyang kita.jd jangan saling menghujat ataupun saling menyalahkan.mari kita lestarikan budaya kita,kita rapatkan untuk kedepan lebih baik semoga teman2 lebih dewasa dalam hal ini. maju terus kalimantanku. tks gbu (good bless youuuuuuuuuuuuuuuuu).
christian
saya stuju dengan pendapat saudara bambang..
jangan jadi orang yang merasa lebih pintar...bersyukur z lau masih ada orang mau perduli dengan sejarah kalimantan tengah ini...
saling mengisi itu perlu...sebab kitapun belum tentu pelaku dari sejarah itu..
"hatatiring ih sama arep...ela ,
marasa tamam kabuat,,sama uluh utah kia ah.."
Ello
KAKAN LUEN WADI AKU.... HAUT LAWAH MAHI MUDEI MA KALTENG, MENDING NGUMPE RASA KANGEN ANRI NANTAU YENA..HEHE TQ Y!!
Fatur
Tulisan yang bagus. Teruskan, teruskan dan teruskan...
merinda sari
saya boleh kan coment menurut saya bikin aja buku tentang sejarah kalteng terus sebar kan kesekolah2 supaya siswa juga tahu gimana sejarah kalteng yang sebenarnya kemudian untuk seni tari daerah kalteng perlu juga ditingkatkan disekolah ...
Rully
Saya setuju dgn tulisan Mulus Budianto krn dia sbg kepanjangan tangan para penulis sejarah Kalteng,agar penerus Kalteng khususnya anak2 dayak mengerti & tau sejarah berdirinya Kalteng. Memang krg lengkap tp tdk apa2,kalau d tulis smua maka kolom ini tdk akan muat, yg penting intinya. Anda (sdr toel) yg menghujat apa lbh pintar? Lbh tau?? Spertinya anda bkn asli kalteng,kalau org kalteng bcr tdk sperti itu t'hadap saudaranya.