Rumah Adat Betang
Oleh Bintang Sariyatno • Seni Budaya • Selasa, 2 Juni 2009 pukul 8:30 WIB
21 Komentar • 2.941 views
Pada masa lalu, kehidupan suku-suku Dayak yang berdiam di pedalaman Kalimantan itu hidup secara berkelompok-kelompok. Di mana kehidupan yang mereka jalani pasti dilalui bersama, hal itu terwujud dalam sebuah karya yaitu, Huma Betang (Rumah Betang).
Betang memiliki keunikan tersendiri dapat diamati dari bentuknya yang memanjang serta terdapat hanya terdapat sebuah tangga dan pintu masuk ke dalam Betang. Tangga sebagai alat penghubung pada Betang dinamakan hejot. Betang yang dibangun tinggi dari permukaan tanah dimaksudkan untuk menghindari hal-hal yang meresahkan para penghuni Betang, seperti menghindari musuh yang dapat datang tiba-tiba, binatang buas, ataupun banjir yang terkadang melanda Betang. Hampir semua Betang dapat ditemui di pinggiran sungai-sungai besar yang ada di Kalimantan.

katingankab.go.id/ktg/images/foto/pariwisata4.jpg
Betang dibangun biasanya berukuran besar, panjangnya dapat mencapai 30-150 meter serta lebarnya dapat mencapai sekitar 10-30 meter, memiliki tiang yang tingginya sekitar 3-5 meter. Betang di bangun menggunakan bahan kayu yang berkualitas tinggi, yaitu kayu ulin (Eusideroxylon zwageri T et B), selain memiliki kekuatan yang bisa berdiri sampai dengan ratusan tahun serta anti rayap.
Betang biasanya dihuni oleh 100-150 jiwa di dalamnya, sudah dapat dipastikan suasana yang ada di dalamnya. Betang dapat dikatakan sebagai rumah suku, karena selain di dalamnya terdapat satu keluarga besar yang menjadi penghuninya dan dipimpin pula oleh seorang Pambakas Lewu. Di dalam betang terbagi menjadi beberapa ruangan yang dihuni oleh setiap keluarga.
Pada halaman depan Betang biasanya terdapat balai sebagai tempat menerima tamu maupun sebagai tempat pertemuan adat. Pada halaman depan Betang selain terdapat balai juga dapat dijumpai sapundu. Sapundu merupakan sebuah patung atau totem yang pada umumnya berbentuk manusia yang memiliki ukiran-ukiran yang khas. Sapundu memiliki fungsi sebagai tempat untuk mengikatkan binatang-binatang yang akan dikorbankan untuk prosesi upacara adat. Terkadang terdapat juga patahu di halaman Betang yang berfungsi sebagai rumah pemujaan.
Pada bagian belakang dari Betang dapat ditemukan sebuah balai yang berukuran kecil yang dinamakan tukau yang digunakan sebagai gudang untuk menyimpan alat-alat pertanian, seperti lisung atau halu. Pada Betang juga terdapat sebuah tempat yang dijadikan sebagai tempat penyimpanan senjata, tempat itu biasa disebut bawong. Pada bagian depan atau bagian belakang Betang biasanya terdapat pula sandung. Sandung adalah sebuah tempat penyimpanan tulang-tulang keluarga yang sudah meninggal serta telah melewati proses upacara tiwah.
Salah satu kebiasaan suku Dayak adalah memelihara hewan, seperti anjing, burung, kucing, babi, atau sapi. Selain karena ingin merawat anjing, suku Dayak juga sangat membutuhkan peran anjing sebagai 'teman' yang setia pada saat berburu di hutan belanntara. Pada zaman yang telah lalu suku Dayak tidak pernah mau memakan daging anjing, karena suku Dayak sudah menganggap anjing sebagai pendamping setia yang selalu menemani khususnya ketika berada di hutan. Karena sudah menganggap anjing sebagai bagian dari suku Dayak, anjing juga diberi nama layaknya manusia.
Sangat patut disayangkan seiring dengan modernisasi bangunan-bangunan masa sekarang, Betang kini hampir di ujung kepunahan, padahal Betang merupakan salah satu bentuk semangat serta perwujudan dari sebuah kebersamaan suku Dayak. Mungkin nanti Betang akan benar-benar punah tetapi merupakan tanggung jawab kita kepada leluhur untuk tetap mempertahankan semangat Huma Betang. Patut kita sadari di dalam diri ini pasti terdapat rasa untuk tetap memperjuangkan kebudayaan dari leluhur.
Disadur dari artikel serupa di blog saya: BETANG
* gambar dari katingankab.go.id
Kata Kunci:
bawo, betang, daya, dayak, huma, kalimantan tengah, katingan, kayu ulin, kebudayaan, leluhur, pambakas lewu, pariwisata, sapundu, tiwah, tumbang gagu
Hak Cipta
Materi ini dilindungi oleh UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta dan merupakan tanggungjawab penulisnya.
Harap mengikuti halaman Hak Cipta dan Penyangkalan untuk penggunaan dan pemanfaatan materi.
Tentang Penulis
Bintang Sariyatno adalah administrator, penulis aktif-tetap, dan pemangku konten Betang.COM. Saat ini berstatus sebagai mahasiswa Biologi Murni di Universitas Negeri Yogyakarta.
Cetak Halaman Ini
Sebarkan via Email




















Sigerak
menurut sy susah skali menerapkan pola hidup rmh betang di jaman skrg ini,, yg semuanya serba mementingkan kepentinan pribadi, mudah curiga, dll..
jd yg ada bukan lah menelah mentah2 pola hidup ala rmh betang itu, tp dengan mengaplikasikan filosofi2nya ke berbagai hal.. misalnya seperti situs ini, keep going betang.com!!
Angelic Layer
Can't agree more with Sigerak.
Itu lebih fleksibel dan dinamis. IMO, kebudayaan itu menyesuaikan, bukan mengikat.
Jadmiko Agung Wicaksono
Gak pernah liat rumah betang secara langsung walau sudah lama tinggal di palangkaraya ini membuktikan bahwa rumah betang telah hilang dari modernisasi perkota'an, mungkin rumah betang dapat di temukan di daerah pedalaman, dan harusnya rumah seperti ini di jaga baik dan di jadikan aset budaya daerah.
Jadmiko Agung Wicaksono
Gak pernah liat rumah betang secara langsung walau sudah lama tinggal di palangkaraya ini membuktikan bahwa rumah betang telah hilang dari modernisasi perkota'an, mungkin rumah betang dapat di temukan di daerah pedalaman, dan harusnya rumah seperti ini di jaga baik dan di jadikan aset budaya daerah.
Agnes E. T.
Sekarang aq lg d betang...
pernah liad betang d tipi ajah. Tp orang dayak, biar tgl d kota jg masih ad yg bkin rumah yg tipenya memanjang kog... (tetangga gw tuh)
Lie Siang In
Artikel tentang Rumah Betang tak hanya ini saja. Akan menyusul lebih banyak artikel entang Betang nanti.
sendy
seumur hidup cuma pernah sekali liat rumah betang di palangkaraya itupun yg ada di dekat batang garing.......kecil lagi
Teja Windu Saputra
wahhhh ngomongin soal Betang kapan ya bisa nginap barang semalam di rumah betaNG .....T_T..........
anton
dimasa depan nanti kalopun rmh betang masih ada... menurut sy hanya akan jadi pajangan, tdk dihuni lg
Rudy Gunawan
Bung anton, saya bersepakat dengan bung Sigerak di komentar pertama. Ini bukan masalah dihuni atau nggaknya, tapi lebih kepada pengaplikasian falsafah dan nilai-nilai yang terkandung dalam Betang tersebut.
Disambung juga dengan komentar mbak Angelic Layer bahwa budaya itu dinamis, sesuatu akan terus berubah. Namun yang dipertahankan mati-matian bagi saya bukan bentuk budaya tersebut secara lahiriah, namun esensi, nilai-nilai, dll.
...walau begitu, saya juga nggak ingin rumah Betan punah.
betang.COM | Bintang Sariyatno
[...] sebenarnya sebuah ide yang tidak sengaja terlontar dari otak teman saya. Ide awal dari berdirinya Betang.COM ini berawal dari pembicaraan kami berdua yang tidak karuan ujungnya. Pada saat sedang seru-serunya [...]
L’arriviste Excentrique » Blog Archive » Some Sort of Portal
[...] for the name betang.COM itself, it originated from betang, a traditional Dayak-style house. It is made out of wood and elevated 3 – 5 metres from the ground, as a protection against [...]
Deden
Hhm,,
rumah betang memang hrs tetap dijaga! Tp nanti lama2 pasti cm jd hiasan ajaa..
Tp prinsip dr Huma Betang itu senDiri ap ya?
Bintang Sariyatno
Prisip rumah Betang adalah sebagai tempat kebersamaan bagi para anggota-anggota yang hidup didalamnya.
hal itu dapat dilihat secara nyata dari kehidupan yang ada di rumah Betang,yaitu kebersamaan yang ada di dalamnya yang berlandaskan rasa kekeluargaan
aldo
mantap le,, puna bangga jadi oloh dayak tuh,,,
How I Make $300 a Day Posting Links Online
Cool post, just subscribed.
ponpon
Yang kaya gini mesti dipertahanin, biar kebudayaan kita nga disrobot negara lain
nia
nggak perlu terlalu repot cari kesimpulam,indonesia emang kaya,tapi terlalu sulit untuk melestarikan kekayaannya sendiri.tapi itulah indonesia.indonesia tetep no.1.selalulah lestarikan kekayaan indonesia ya kawan,,,,!!!
Andri
da yg bsa jwb ga, kta ny anak tangga bentang selalu ganjil?????????

Andri
npa hrs dibut buat gnjil ank tngga ny?????????
dng alsan pa????????????
enny
Heeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeemmmmmmmmmmmmmmmm.......................
Q pnya teman asli dayak tapi sayang dy gk tau rmah betang....................
ANEH YA......................HIHIHI
But,rumah betang is THE BEST............