Mengapa Berupa Situs?

Jogyakarta, 16 Juni petang.

Saat awal-awal Betang.COM mulai dirintis, seorang teman pernah bertanya,

"Kok bikin situs sih? Nggak grup di Facebook atau Friendster aja?"

Memang, saya akui jika ingin membuat sebuah forum dan komunitas diskusi, akan lebih efektif jika berbentuk forum internet atau grup di jejaring sosial seperti Facebook maupun Friendster. Mengumpulkan orang-orang pun lebih mudah lewat jaringan pertemanan di jejaring sosial tersebut. Masalah membuat dan mengurusnya juga lebih gampang, layanan didapatkan dengan gratis dan hanya tinggal klik sana-sini dan jadilah sebuh grup. Selanjutnya tinggal mengundang teman dan memulai diskusi. Beres.

Tapi tidak semuanya dapat dilakukan lewat grup pada jejaring sosial tersebut.

Ada kalanya grup-grup tersebut terbatas pada diskusi internal saja. Dengan kata lain hanya bisa dinikmati oleh mereka yang terdaftar pada grup tersebut, lebih-lebih harus terdaftar pada jejaring sosial yang bersangkutan. Belum lagi apa yang ada di dalam grup tersebut agak sulit muncul di mesin pencari sehingga orang lain sukar mencari info yang ia inginkan padahal sebenarnya ada pada grup tersebut.

Belum lagi, sudah banyak eksis dan juga menjamur forum dan grup jejaring sosial komunitas Dayak atau warga Kalimantan Tengah. Butuh lebih banyak semacam media yang menjembatani tidak hanya sesama anggota komunitas namun juga antara internal dan eksternal komunitas tersebut. Diskusi internal memang bagus karena lebih teratur dan tentu yang terlibat adalah mereka yang tahu pasti tentang tema yang diusung. Namun jika tidak ada upaya memperlihatkan atau memperkenalkan tema--dalam hal ini Kalimantan Tengah--ke dunia luar, apa yang didiskusikan secara internal itu kebanyakan akan sia-sia. Hanya terbatas pada sekelompok orang saja. Dunia luar tetap sulit mengetahui tentang... ehmn, Kalimantan Tengah.

Betang.COM, ada karena semangat BERBAGI. Berbentuk situs yang terdiri dari artikel-artikel dari berbagai kontributor. Tujuannya adalah memperkenalkan Kalimantan Tengah ke luar komunitas Kalimantan Tengah itu sendiri. Tidak terbatas pada internal orang Dayak saja, tidak terbatas pada internal warga Kalimantan Tengah saja.

Saat ini Betang.COM memang masih terbatas pada warga negara Indonesia atau mereka yang mengerti Bahasa Indonesia karena hampir semua konten pada situs ini tertulis dalam Bahasa Indonesia. Namun tidak menutup kemungkinan nantinya akan diterjemahkan ke dalam bahasa asing, di mana hal tersebut sudah dimulai dengan adanya tranlasi otomatis--walau sangat terbatas--di situs ini.

Dengan berbentuk situs, Betang.COM bisa diakses dan dibaca oleh siapa saja--asalkan terhubung ke internet--tanpa harus bergabung ke grup tertentu, ikut forum tertentu, menjadi anggota jejaring sosial tertentu. Info dengan mudah ditemukan dan ditelusuri lewat mesin-mesin pencari.

Sekali lagi, Betang.COM berbentuk situs, bukan berbentuk forum atau grup pada jejaring sosial, adalah karena ingin membawa tema Kalimantan Tengah tidak hanya terbatas pada komunitas Dayak dan Kalimantan Tengah itu sendiri, namun ke cakupan yang lebih luas, ruang lingkup global.

Tabe!

Kata Kunci:
, , , , , , , , ,

Rudy Gunawan
Tentang Penulis

Rudy Gunawan adalah administrator, editor, serta pemangku desain dan ide kreatif Betang.COM. Tengah berjibaku dengan studinya di jurusan Antropologi Budaya Universitas Gadjah Mada.

Terdapat 9 Komentar

  1. #1 Selasa, 16 Juni 2009 Pukul 18:25 WIB
    Rudy Gunawan

    *latihan tendensius*

    :))

  2. #2 Selasa, 16 Juni 2009 Pukul 18:30 WIB
    Bintang Sariyatno

    memang jika memakai jejaringan sosial umumnya harus segera didaftarkan, dan ada beberapa orang yang saya temui tidak mengerti bagaimana cara untuk ikut berkontribusi.
    jika melalui suatu situs semua orang asalkan terkoneksi dengan internet dapat mengakses tanpa ada yang mengganggu!
    oleh sebab itulah betang.COM dibuat berupa situs.

  3. #3 Selasa, 16 Juni 2009 Pukul 18:56 WIB
    S™J

    *masuk akal* B-)

  4. #4 Selasa, 16 Juni 2009 Pukul 19:24 WIB
    gunawanrudy

    Masuk akal apanya, kenapa, bagaimana, mbah? :P

    EH btw, kok komen cepet banget? Langganan RSS? Ngikutin di Plurk? Atau jangan-jangan jadi fans di FB? (kalau yang terakhir ini benar, segera lacak ahhhh)

  5. #5 Rabu, 17 Juni 2009 Pukul 4:22 WIB
    Sarimin

    :) sukses!

  6. #6 Rabu, 17 Juni 2009 Pukul 7:13 WIB
    Indra Setiawan

    bro
    saya setuju dgn bentuk portal/website seperti ini. yang saya tau sudah banyak FB group tentang kalteng dan kalo ditambah rasanya mubazir aja, ya ibaratnya seperti kondisi pemilu negara kita ini, kebanyakan partai bikin pusing!!! tapi itu lah demokrasi
    dan upaya betang.com dengan membuat website dengan tujuan saling berbagi tak hanya kepada komunitas internal kalteng saja perlu diacungi jempol!
    T.O.P!!!

  7. #7 Rabu, 17 Juni 2009 Pukul 12:02 WIB
    Mengapa Berupa Situs? | Redaksi Kalimantan Tengah | Betang.COM | Bisnis Online

    [...] Go here to read the rest:  Mengapa Berupa Situs? | Redaksi Kalimantan Tengah | Betang.COM [...]

  8. #8 Rabu, 17 Juni 2009 Pukul 18:45 WIB
    Agnes E. T.

    Ah...udah keren j dbwad web sndri drpd numpangnumpang d fb atw apalah...
    Jd srasa gmana gtuh...
    :D

  9. #9 Senin, 22 Juni 2009 Pukul 18:11 WIB
    Rudy Gunawan

    Memang kontrol dan fungsi akan lebih maksimal jika ada web-nya sendiri. :P

Tinggalkan Komentar

Komentar diharapkan dalam Bahasa Indonesia, Inggris, Dayak (Kalteng), atau Banjar.
Ingin mempunyai gambar avatar sendiri jika berkomentar? Segera daftarkan diri di Gravatar!

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Dari Meja Redaksi

Maskot Hatue en Bawi

Maskot Hatue en Bawi Hatue en Bawi, alias Laki-laki dan Perempuan dalam Bahasa Dayak Ngaju, adalah nama dari dua figur ...

Laporan lainnya...

» Mengapa Berupa Situs? (9)
» Komentar 101: Facebook (18)
» HUT Tambun Bungai (6)

Dalam Jaringan

Komunitas Facebook

Kabar Kalteng

Sebuah galat telah terjadi, yang kemungkinan berarti umpan tersebut sedang anjlok. Coba lagi nanti.