Baram, Tuak Kalimantan

Jika di Jogyakarta dikenal lapen sebagai salah satu teman menikmati malam selain rokok kretek, maka lain lain jika sudah berada di Kalimantan Tengah. Bagi penikmat minuman beralkohol, pilihan minuman keras lokal penghangat badan yang patut dicoba adalah baram.

Tidak diketahui dengan pasti mulai dari kapan orang Dayak mengenal teknik fermentasi dan penyulingan baram ini, yang jelas itu telah menjadi tradisi selama beratus-ratus tahun karena baram digunakan dalam ritual sebagai sesaji untuk para roh leluhur. Perlu bakat dan keterampilan khusus serta ketelatenan untuk menghasilkan baram yang nikmat, karena pembuatannya melalui banyak proses peracikan berbagai macam bahan dan penakaran yang pas. Resep dan keterampilan membuat baram ini diwariskan secara turun temurun, kebanyakan dilakukan oleh kaum perempuan.


www.menne-indonesia.de/Tuak_fuer.84.0.html

Bahan dasar pembuatan baram antara lain nasi ketan, enau, nila, serta ragi. Umumnya beras ditumbuk sampai halus lalu dicampur dengan berbagai rempah-rempah, seperti kayu manis, lengkuas, dan adas. Setelah itu dibuat menjadi adonan dengan dicampurkan air dan kemudian dibentuk bulatan-bulatan sekepal tangan. Adonan yang akan dibuat menjadi ragi ini kemudian dijemur hingga benar-benar kering. Biasanya berlangsung beberapa hari, sampai seminggu.

Selanjutnya beras ketan dimasak dengan gula, lalu dibubuhi ragi yang tadi telah dibuat sehingga menjadi tape. Bahan ini akan disimpan dalam wadah tertutup selama beberapa hari, biasanya sekitar seminggu.


4.bp.blogspot.com/_9Le4HEkblmQ/STQgasV7WYI/AAAAAAAAAMA/7L3DO-yXh4o/s320/PotongPantan&DrinkingBaram.jpg

Semakin lama disimpan, maka kadar alkohol baram akan semakin tinggi dan memabukkan. Baram pada umumnya memiliki kadar alkohol di atas 10% - 20%, hasil dipendam selama seminggu lebih, dan rasa baram akan manis. Kadar alkohol baram dapat diukur dari bau dan kejernihannya. Baram yang berbau keras artinya memiliki kadar alkohol yang tinggi. Baram juga, semakin bening dan jernih, maka semakin tinggilah kadar alkoholnya, bisa mencapai 80% jika dipendam selama berbulan-bulan hingga setahun. Baram yang terlihat agak keruh kadar alkoholnya rendah dan rasanya agak masam.

Baram sendiri sebagai salah satu unsur penting dalam ritual penghormatan roh leluhur, juga memegang peranan penting dalam penyambutan tamu atau sekadar pelengkap jika sedang mengobrol dengan teman. Baram disuguhkan kepada tamu besar yang disambut, tamu dalam ritual Dayak, atau mereka yang semalam suntuk bermain dadu gurak (semacam judi yang biasanya berlangsung beberapa malam jika ada orang yang meninggal dunia).

Seorang peminum baram akan terbawa emosinya sesuai lingkungan sekitar. Misalnya dalam suasana pesta yang meriah, maka si peminum akan ikut tertawa dan bergembira. Namun tergantung dari kebiasaan masing-masing saat mabuk. Beberapa orang cenderung diam, namun ada juga yang ribut sendiri, bahkan ada yang lancar bercerita. Baram akan sangat memabukkan jika dikonsumsi dalam jumlah yang lumayan banyak. Efek memabukkannya bisa berlangsung dua sampai tiga hari, dengan kepala terasa agak pusing, tubuh cenderung lemas, dan penglihatan sedikit nanar. Penetralisirnya adalah dengan meminum air asam Jawa. Efek mabuk yang lama ini tidak berlaku bagi mereka yang sudah terbiasa meminum baram, terutama masyarakat Dayak di pedalaman.

Di Kota Palangka Raya dan sekitarnya, selain dalam ritual adat, umumnya baram dapat ditemukan di pasar tradisional dan toko minuman keras. Namun biasanya untuk mendapatkan baram yang enak dan murah, dapat dicari di rumah-rumah warga yang memang memproduksi baram (ilegal) secara industri rumahtangga. Sekarang ini harga satu liternya sekitar tujuh sampai sepuluh ribu rupiah. Jika dirasa kadar alkoholnya masih kurang, bisa dipendam sendiri.

Di Kalimantan Tengah. jangan sembarangan meminum air putih dalam botol air mineral yang dijumpai di rumah seorang pemabuk. Siapa tahu saja itu baram dengan kadar alkohol yang sangat tinggi.

* foto disadur dari palangkarayaimpressions.blogspot.com dan jepretan Dieter Menne www.menne-indonesia.de

Kata Kunci:
, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Rudy Gunawan
Tentang Penulis

Rudy Gunawan adalah administrator, editor, serta pemangku desain dan ide kreatif Betang.COM. Tengah berjibaku dengan studinya di jurusan Antropologi Budaya Universitas Gadjah Mada.

Terdapat 15 Komentar

  1. #1 Rabu, 6 Mei 2009 Pukul 14:01 WIB
    Marvy

    Mangat mihup baram te.. Aku tiap mihup baram slalu ih je busaw jadi. Tapi biasa nah, jewu limbah mihup baram nah langsung haban, atau paling tidak pehe angat biti tuh..

  2. #2 Rabu, 6 Mei 2009 Pukul 14:18 WIB
    Rudy Gunawan

    Booh, bingat, Le...
    Ikau tu ih lah je aktif mihup tuh, tiap hamalem busau.

    Semoga ih ikau baseput barigas tarus lah. ;))

  3. #3 Rabu, 6 Mei 2009 Pukul 16:37 WIB
    T3_J@

    bah aq dasar puang kataru inun sa kai na tulis daya ku tapi daya aq suah nginam baram ru marauh pang tapi ngulah mahanang ulu udi ngu'ut ni ru amun karamaan hahahahaha amun jua sa ampun betang.com na karasa arti waku na????????

    ADMIN TOLONG KOMEN NA??????????????

  4. #4 Minggu, 10 Mei 2009 Pukul 20:58 WIB
    Dony Alfan

    Wew, bungkusin satu, Gun!

  5. #5 Rabu, 13 Mei 2009 Pukul 7:17 WIB
    Agnes E. T.

    Wah...dasar buhan pemonink nh...
    Gun chama c kalaw ditanyain 'siapa yg paling hebat, tuhan atau dewa?'
    jawabanx y 'yg membuat baram'
    peace (-_-)v

  6. #6 Rabu, 13 Mei 2009 Pukul 21:56 WIB
    Rudy Gunawan

    Don, kowe ki mesti ke-summon kata "alkohol", "tuak", "arak", "bir", karo sejenisne. :))

    Wes iso diatur lah. Kapan-kapan dolan ning Solo meneh.

  7. #7 Kamis, 14 Mei 2009 Pukul 6:31 WIB
    Ryan CoLL

    Lawas kd neH!!!

  8. #8 Minggu, 31 Mei 2009 Pukul 9:21 WIB
    Rudy Gunawan

    Tobat, Mex. Tobat. :P

  9. #9 Minggu, 31 Mei 2009 Pukul 9:54 WIB
    Hans

    wehhh,,kangen baram nih!!

    lama diperantuan jdingin dikirimin baram,,,da yg bs ngirim ga neeeh???

    heheeee

  10. #10 Minggu, 7 Juni 2009 Pukul 18:19 WIB
    Rudy Gunawan

    Lha aku juga di perantauan. Tapi aku pesan titipan baram ke teman ahhhh... :P

  11. #11 Selasa, 10 November 2009 Pukul 6:01 WIB
    wais ganteng

    marauh tuak hang penyulingan ne mitah tane ,,,,,,,,,,,,,iru sa budas mabuk wuah ne. salam pakai itak kakah takam hang kalimantan iti umpu nu laku doa restu ai teka naun

  12. #12 Selasa, 16 Februari 2010 Pukul 5:43 WIB
    Elfira

    mau nanya nih, ada gak data yang menunjukkan dampak pengkonsumsian baram sendiri bagi masyarakat dayak kalimantan tangah khususnya dalam bidang kesehatan.. makasih ya..

  13. #13 Selasa, 13 April 2010 Pukul 15:08 WIB
    mikha sherliva bickthel

    mo nanya nih, gimana cara ngebuat minuman baram tuh?
    soalnya Mikha pengen ngebuat tugas dengan topik itu

  14. #14 Kamis, 3 Juni 2010 Pukul 22:33 WIB
    rosemary

    mantaf ya?

  15. #15 Kamis, 12 Agustus 2010 Pukul 19:56 WIB
    bastian

    wah boleh nyoba tu minum baram

Tinggalkan Komentar

Komentar diharapkan dalam Bahasa Indonesia, Inggris, Dayak (Kalteng), atau Banjar.
Ingin mempunyai gambar avatar sendiri jika berkomentar? Segera daftarkan diri di Gravatar!

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Dari Meja Redaksi

Maskot Hatue en Bawi

Maskot Hatue en Bawi Hatue en Bawi, alias Laki-laki dan Perempuan dalam Bahasa Dayak Ngaju, adalah nama dari dua figur ...

Laporan lainnya...

» Mengapa Berupa Situs? (9)
» Komentar 101: Facebook (18)
» HUT Tambun Bungai (6)

Dalam Jaringan

Komunitas Facebook

Kabar Kalteng

Sebuah galat telah terjadi, yang kemungkinan berarti umpan tersebut sedang anjlok. Coba lagi nanti.