Panglima Burung
Oleh Rudy Gunawan • Kisah • Rabu, 6 Mei 2009 pukul 10:34 WIB
29 Komentar • 3.873 views
Dalam masyarakat Dayak, dipercaya ada ada suatu makhluk yang disebut-sebut sangat agung, sakti, ksatria, dan berwibawa. Sosok tersebut konon menghuni gunung di pedalaman Kalimantan, bersinggungan dengan alam gaib. Pemimpin spiritual, panglima perang, guru, dan tetua yang diagungkan. Ialah panglima perang Dayak, Panglima Burung, yang disebut Pangkalima oleh orang Dayak pedalaman.

www.flickr.com/photos/beckzaidan/1102006510
Ada banyak sekali versi cerita mengenai sosok ini, terutama setelah namanya mencuat saat kerusuhan Sambas dan Sampit. Ada yang menyebutkan ia telah hidup selama beratus-ratus tahun dan tinggal di perbatasan antara Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Ada pula kabar tentang Panglima Burung yang berwujud gaib dan bisa berbentuk laki-laki atau perempuan tergantung situasi. Juga mengenai sosok Panglima Burung yang merupakan tokoh masyarakat Dayak yang telah tiada, namun dapat rohnya dapat diajak berkomunikasi lewat suatu ritual. Hingga cerita yang menyebutkan ia adalah penjelmaan dari Burung Enggang, burung yang dianggap keramat dan suci di Kalimantan.
Selain banyaknya versi cerita, di penjuru Kalimantan juga ada banyak orang yang mengaku sebagai Panglima Burung, entah di Tarakan, Sampit, atau pun Pontianak. Namun setiap pengakuan itu hanya diyakini dengan tiga cara yang berbeda; ada yang percaya, ada yang tidak percaya, dan ada yang ragu-ragu. Belum ada bukti otentik yang memastikan salah satunya adalah benar-benar Panglima Burung yang sejati.
Banyak sekali isu dan cerita yang beredar, namun ada satu versi yang menurut saya sangat pas menggambarkan apa dan siapa itu Penglima Burung. Ia adalah sosok yang menggambarkan orang Dayak secara umum. Panglima Burung adalah perlambang orang Dayak. Baik itu sifatnya, tindak-tanduknya, dan segala sesuatu tentang dirinya.
Lalu bagaimanakah seorang Panglima Burung itu, bagaimana ia bisa melambangkan orang Dayak? Selain sakti dan kebal, Panglima Burung juga adalah sosok yang kalem, tenang, penyabar, dan tidak suka membuat keonaran. Ini sesuai dengan tipikal orang Dayak yang juga ramah dan penyabar, bahkan kadang pemalu. Cukup sulit untuk membujuk orang Dayak pedalaman agar mau difoto, kadang harus menyuguhkan imbalan berupa rokok kretek.
Dan kenyataan di lapangan membuyarkan semua stereotipe terhadap orang Dayak sebagai orang yang kejam, ganas, dan beringas. Dalam kehidupan bermasyarakat, orang Dayak bisa dibilang cukup pemalu, tetap menerima para pendatang dengan baik-baik, dan senantiasa menjaga keutuhan warisan nenek moyang baik religi maupun ritual. Seperti Penglima Burung yang bersabar dan tetap tenang mendiami pedalaman, masyarakat Dayak pun banyak yang mengalah ketika penebang kayu dan penambang emas memasuki daerah mereka. Meskipun tetap kukuh memegang ajaran leluhur, tak pernah ada konflik ketika ada anggota masyarakatnya yang beralih ke agama-agama yang dibawa oleh para pendatang. Riuh rendah tak berubah menjadi ketegangan di ruang yang lingkup--yang oleh orang Dayak Ngaju disebut Danum Kaharingan Belum.
Kesederhanaan pun identik dengan sosok Panglima Burung. Walaupun sosok yang diagungkan, ia tidak bertempat tinggal di istana atau bangunan yang mewah. Ia bersembunyi dan bertapa di gunung dan menyatu dengan alam. Masyarakat Dayak pedalaman pun tidak pernah peduli dengan nilai nominal uang. Para pendatang bisa dengan mudah berbarter barang seperti kopi, garam, atau rokok dengan mereka.
Panglima Burung diceritakan jarang menampakkan dirinya, karena sifatnya yang tidak suka pamer kekuatan. Begitupun orang Dayak, yang tidak sembarangan masuk ke kota sambil membawa mandau, sumpit, atau panah. Senjata-senjata tersebut pada umumnya digunakan untuk berburu di hutan, dan mandau tidak dilepaskan dari kumpang (sarung) jika tak ada perihal yang penting atau mendesak.
Lantas di manakah budaya kekerasan dan keberingasan orang Dayak yang santer dibicarakan dan ditakuti itu? Ada satu perkara Panglima Burung turun gunung, yaitu ketika setelah terus-menerus bersabar dan kesabarannya itu habis. Panglima burung memang sosok yang sangat penyabar, namun jika batas kesabaran sudah melewati batas, perkara akan menjadi lain. Ia akan berubah menjadi seorang pemurka. Ini benar-benar menjadi penggambaran sempurna mengenai orang Dayak yang ramah, pemalu, dan penyabar, namun akan berubah menjadi sangat ganas dan kejam jika sudah kesabarannya sudah habis.
Panglima Burung yang murka akan segera turun gunung dan mengumpulkan pasukannya. Ritual--yang di Kalimankan Barat dinamakan Mangkuk Merah--dilakukan untuk mengumpulkan prajurit Dayak dari saentero Kalimantan. Tarian-tarian perang bersahut-sahutan, mandau melekat erat di pinggang. Mereka yang tadinya orang-orang yang sangat baik akan terlihat menyeramkan. Senyum di wajahnya menghilang, digantikan tatapan mata ganas yang seperti terhipnotis. Mereka siap berperang, mengayau--memenggal dan membawa kepala musuh. Inilah yang terjadi di kota Sampit beberapa tahun silam, ketika pemenggalan kepala terjadi di mana-mana hampir di tiap sudut kota.
Meskipun kejam dan beringas dalam keadaan marah, Penglima Burung sebagaimana halnya orang Dayak tetap berpegang teguh pada norma dan aturan yang mereka yakini. Antara lain tidak mengotori kesucian tempat ibadah--agama manapun--dengan merusaknya atau membunuh di dalamnya. Karena kekerasan dalam masyarakat Dayak ditempatkan sebagai opsi terakhir, saat kesabaran sudah habis dan jalan damai tak bisa lagi ditempuh, itu dalam sudut pandang mereka. Pembunuhan, dan kegiatan mengayau, dalam hati kecil mereka itu tak boleh dilakukan, tetapi karena didesak ke pilihan terakhir dan untuk mengubah apa yang menurut mereka salah, itu memang harus dilakukan. Inilah budaya kekerasan yang sebenarnya patut ditakuti itu.
Kemisteriusan memang sangat identik dengan orang Dayak. Stereotipe ganas dan kejam pun masih melekat. Memang tidak semuanya baik, karena ada banyak juga kekurangannya dan kesalahannya. Terlebih lagi kekerasan, yang apapun bentuk dan alasannya--entah itu balas dendam, ekonomi, kesenjangan sosial, dan lain-lain--tetap saja tidak dapat dibenarkan. Mata dibalas mata hanya akan berujung pada kebutaan bagi semuanya. Terlepas dari segala macam legenda dan mitos, atau nyata tidaknya tokoh tersebut, Panglima Burung bagi saya merupakan sosok perlambang sejati orang Dayak.
Catatan: artikel ini dirilis ulang dari blog pribadi saya, GunawanRudy.Com - Panglima Burung
* foto Panglima Burung? gambar Panglima Burung? tapi foto Burung Enggang oleh Fendy Zaidan
Kata Kunci:
cerita rakyat, dayak, enggang, kaharingan, kalimantan barat, kalimantan tengah, kerusuhan, konflik, kumpang, legenda, leluhur, mandau, mandau terbang, mitos, pangkalima, panglima burung, perang, perlambang, religi, ritual, sambas, sampit, sumpit
Hak Cipta
Materi ini dilindungi oleh UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta dan merupakan tanggungjawab penulisnya.
Harap mengikuti halaman Hak Cipta dan Penyangkalan untuk penggunaan dan pemanfaatan materi.
Tentang Penulis
Rudy Gunawan adalah administrator, editor, serta pemangku desain dan ide kreatif Betang.COM. Tengah berjibaku dengan studinya di jurusan Antropologi Budaya Universitas Gadjah Mada.
Cetak Halaman Ini
Sebarkan via Email




















Bintang Sariyatno
panglima burung yang dikenal selalu membantu warga yang tertindas, nampak kejam dan beringas sewaktu ia muncul amarahnya.
saya memdengar keberadaan panglima burung sudah sangat lama sekali kira-kira beberapa tahun yang lalu.
Agnes E. T.
Ngingat 'panglima burung' aq jd inged kjadian suram d masa lampaw...
Hrrrr.., mga kjadian kaiag gt g keulang lg...
Tp aq stuju ma kta gun chama klw panglima burung t menggambarkan suku dayak itu sendiri, bukan 'sesuatu' yg brdiri sndiri.
~info
Hallo.
Sekedar info aja nih, buat bantu-bantu Betang. Tulisan oleh gunawanrudy.com (Rudy Gunawan) ini telah di-copy-paste tanpa menyebutkan sumber di beberapa blog, misalnya:
1) http://www.smallcrab.com/others/35-lain-lain/411-panglima-burung-antara-mitos-dan-fakta
2) http://shiddiqiyyah.com/lain/?p=90
3) http://bayzelbee.blog.friendster.com/2009/02/panglima-burung/
4) http://blacklisthunter-akira.blogspot.com/2009/03/panglima-burung-panglima-perang-suku.html
Rudy Gunawan
Hahahaaa... Aku sudah tahu kok, cuma masih kubiarin aja. Well, aku percaya orang bisa tahu sendiri siapa penulis aslinya.
Anyway, nggak gabung kontributor? Kayaknya kamu hebat investigasi dan penyelidikan lewat google nih.
Upi
Hebat !!!
Membacanya saja aku seperti berada diantara Panglima Burung,mpe 3x bacanya sih .hahahah . Klo kebanyakan baca mimpi beneran kali yak (*_*)
Panglima Burung, Pangkalima Burung | Gunawan Rudy dot Com
[...] artikel asli ini dirilis ulang pada untuk [...]
andy revlino
Ceritanya benar-benar memukau, akan tetapi semuanya tergantung pada kepercayaan kita masing-masing.
Sebagai seorang DAYAK NGAJU, hendaknyalah kita bersama-sama menjaga cerita Sejarah yang tak mungkin akan terulang kembali.
"Salam tabe ih akan tundah kula pahari hong Kalimantan"
hadi balil
salut unik panglima burung dan keturunananya.so spcial buat orangorang kalimantan semua yaa.love peace...
Faridawati Erlina
Ok, morning everybody, sorry sy mohon izin gabung,kalo sekilas org luar kalteng dengarnya seram ya? tapi kita biasa ajha kho, so panglima burung emang jago abiz.... maksudnya hebat....wkt etnis di kalteng kemarin sy strezz 1 minggu, saking ngeliatnya keajaiban yang luar biasa terjadi, tapi selang berapa lama situasi sudah membaik baru kt nyadar, kejadian itu luar biasa diluar kuasa kita sebagai manusia biasa, ceritanya pasti my friend uda pernah dengar.........mybe emang beliau special tp......kynya yang turun ke medan baru anak2, cucu beliau azha.....udah hebat,apalagi beliau langsung.
ade taruna sea
memang sebuah karya seni yg indah dan tak trnilai..
agar smua org tau bahwa org dayak itu tidak lah kejam yang banyak orang pikirkan..
slam buat saudara2 q yg berada d penjuru kalimantan..
smoga misteri2 sejarah dayak sdikit demi sedikit akan trkuak yg selama ini belum kita ketahui..
iman
hebat banget, aq aja ampe merinding bacax. Maju teus Suku Dayak. Aq di balakangmu
Tapi aq bukan rang dayak loh.hehehehe,
panglima bulau
AQ TERKAGUM DENGAN TULISAN INI. PERKENALKAN SAYA PANGKALIMA BULAU
Nisa
ka,, BoLeh gaK minTa Ciri_2 buRung enggang nYa KaLtim
Andra rebon
Salut bro aku urang banjar aja katuju jua lwn sidintu!sama jua lawan pangeran samudra kalulah ato pangeran antasari salam datang di unda nie di kutabaru pulau laut kalsel dingsanakai !
r.amstrong
Aq salut dengan suku dayak,dan aq bangga punya saudara orang suku dayak....HIDUP SUKU DAYAK.
Lelie
Puna mantap ih te,,,nambah are2 ih mangat uluh luar katawan kesah dan budaya mitah je puna are dan bahalap....tingkatkan!!
Pang tujuh
hahaha........klo aq sih dah naik tingkat sekarang dah jadi PANGTUJUH berarti lebih tinggi dari panglima. aq bangga sebagai suku dayak asli dari dayak ibanic group.
idho anag ibu
syakira itu cuma crita nenek moyang yang turun tmurun saja..dan skarang itu uda lalu...sekarang kita cuma bagai mana menjaga hutan kalimantan....yg uda mulai habis...diambil oleh tangan tangan tak bertanggung jawab...oke"""
by idho borneo boy
cici
Ramah ,pemalu ,dan penyabar... YIRU TU'U SIFAT ULUN DAYAK ...tapi bila kesabaran sudah habis mereka bisa menjadi sangat bengis spt yg terjadi pada tragedi sampit , karempangi....WELUM DAYAK maaataaaaap !
Pangalok
Kalau yang dari Ibanic Group bilang tadi, dia lebih tinggi dari Panglima sebab dia Pangtujuh. Panglima sama Pangtujuh masih rendah dari saya sebab saya ini Pangalok lebih tinggi dong dari Pangtujuh (wow abizzzt)(Kamuda Kanayatn-Kalbar)hik...hik..hik.....ame alok boh.
andry hartono
ulun sangat kagum dengan panglima burung yang ulun tahu dan dengar cerita nya... soal nya ulun baru pulang dari banjarmasin...
feri
saya salah satu orang yang baru tau tapi saya juga ingin tau
aliyono
saya baru mengetahui ttg panglima burung beberapa tahun lalu, saat terjadi kerusuhan etnis di kalteng. kita berdoa aja agar kejadian serupa itu tidak terulang lagi. kasihan mereka yang ngak tahu apa-apa
tommy
respect to every tribe in Indonesia, dayak tribe is one of amazing tribes that our country has.
tommy
tapi saya prihatin sama kondisi alam kalimantan yg di eksploitasi abis2 an, kayak kaltim yg bnyk punya KP (kuasa pertambangan) bikin banjir di kaltim. Kalimantan, Papua, pulau lain di Indonesia yg memprihatinkan..
Aldi
bagus banget ceritanya panglima burung emank baik,penyabar tp serem jg y kalau di marah hehehehe.... ^_^
Emank sih sayank bgt kalau kalimantan yg bgs keindahan alam y di potong hutan y sama org luar karena kalimantan kan msh byk kebudayaan dan yg plg penting byk hewan" yg lucu biarpun serem" dikit sih hohohoho....
TP aq bingung knp y byk bgt yg sering bakar utan...? ,kan kasihan hewan yg ada di dlm hutan itu....
willy
cerita yang cukup menarik untuk pengetahuan tentang kalteng....
orang bakar utan itu untuk memperluas lahan untuk bertani.,yang jadi masalhxkan waktu membakar untuk membuka lahan baru itu APInya sering ga djga...jdi meluas dech APInya sampai2 kebun pnya orng jga ikut trbkr,,padahl Bapak Gubernur sudah memberi peringatan untuk tidak membakar lahan tanpa adanya pengawasan...jdi untuk masalah ini ga ada pihak yg bisa d salahkan,tpi kesadaran dari masyarakatnya sendiri lh yang mampu mengontrol api tsb agar wktu membakar apinya tidak mengenai atau meluas sampai mengenai kebun mlk orng dan hutan yang d lindungi oleh pemerintah.....jaya kalteng ku
yohanes
Panglima Burung adalah Panglima Perang Dayak yg akan tetap hidup dan tak akan pernah mati untuk selamanya.... Hidup Dayak... Kalau berani jangan takut-takut, Kalau takut jangan berani-berani.
Expoison
panglima burung krennnnnn