DAYAK
Oleh Bintang Sariyatno • Humaniora • Senin, 4 Mei 2009 pukul 7:27 WIB
9 Komentar • 2.652 views
Jika mendengar sebutan kata Dayak pasti akan teringat akan nama sebuah suku yang hidup dan menetap di pulau Kalimantan. Suku Dayak adalah nama suku yang memiliki budaya yang bersifat daratan bukan budaya maritim. Budaya daratan yang dimaksud disini adalah sebuah budaya yang hampir di setiap segi kehidupan suku tersebut dilakukan di daratan bukan di daerah pesisir apalagi di lautan seperti budaya maritim. Hal itu dapat dilihat dari kegiatan sehari-harinya suku Dayak, seperti berburu, bertani, dan berkebun.

www.kualalumpurcentral.com/Kuala%20Lumpur%20National%20Museum%20Dayak%20Head%20Hunter%20from%20Sarawak.jpg
Kata Dayak menurut R. Sunardi dan O. K. Rahmat, keduanya menyatakan bahwa Dayak adalah sebuah kata untuk menyatakan suatu kelompok yang tidak menganut agama Islam dan hidup menetap di pedalaman Kalimantan. Istilah ini juga yang diberikan oleh bangsa Melayu yang hidup di daerah pesisir Kalimantan yang berarti gunung. Bangsa Melayu pada waktu itu adalah sekelompok masyarakat yang tidak lain dan tidak bukan adalah masyarakat yang berasal dari daerah Melayu dan berbahasa Melayu pula. Tetapi akan lain pengertiannya jika yang disebut orang Melayu adalah orang Dayak yang sudah memeluk agama Islam.
Jika dilihat dari pandangan orang Dayak sendiri, yang disebut sebagai orang Melayu adalah sekelompok orang yang berasal dari daerah Melayu dan para pendatang lain yang berdatangan ke Kalimantan, kecuali kelompok Tionghoa, yang mendiami Kalimantan. Orang-orang Melayu mengatakan bahwa Dayak itu berarti orang gunung. Tidak ada kamus atau para ahli yang menyatakan bahwa kata Dayak itu berarti orang gunung, hal itu disebabkan karena sebagian besar dari orang Dayak menetap di daerah hulu sungai dan topografi tanahnya bergunung-gunung tetapi tidak berarti orang Dayak adalah orang gunung. Di samping nama Dayak ada juga istilah Dyak. Istilah Dyak ini diberikan oleh orang Inggris dulu kepada suku-suku Dayak di Kalimantan Utara (Malaysia).

bolaeropa.kompas.com/photos/MATA%20AIR/5balian.jpg
Suku Dayak yang Menetap di pulau Kalimantan itu tersebar di seluruh bagian Kalimantan dan hidup tersebar-sebar, di daerah hulu sungai, di daerah yang tofografinya gunung-gunung, lembah-lembah, dan di kaki bukit. Untuk menyebut jati diri mereka, orang Dayak biasanya memakai nama aliran sungai besar yang daerah pesisirnya mereka diami. Misalnya orang Dayak yang mendiami daerah pesisir sungai Kahayan, mereka menyebut jati diri mereka sebagai uluh Kahayan (orang Kahayan). Ada uluh Katingan, uluh Barito, dan lain sebagainya.
Di antara orang-orang Dayak itu sendiri, ada sekelompok orang yang berkeberatan memakai kata Dayak sehingga muncullah istilah yang lain, yairu Daya. Istilah Daya ini sangat populer di daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Kata Dayak dan Daya sebenarnya merujuk pada satu suku saja, yaitu suku Dayak. Dan dalam bahasa Dayak Ngaju kedua kata itu merupakan sebuah kata sifat yang menunjuk pada suatu kekuatan. Dalam bahasa Sangen kata Dayak dan Daya itu berarti bakena (gagah).
Catatan: tulisan ini disadur dari blog saya.
* beberapa bagian dari "Encyclopoedie Nederlandsch Indie Op Het Woord Dayak", foto dari kualalumpurcentral.com dan kompas.com
Kata Kunci:
bakena, bakumpai, banjar, barito, bawo, daya, dayak, dusun, dyak, kaharingan, kahayan, kalimantan barat, kalimantan timur, kalimantan utara, katingan, kotawaringin, lawangan, maanyan, malaysia, mangkatip, melayu, murung, ngaju, orang gunung, ot danum, punan, sampit, sangen, siang, sungai kahayan, taboyan, tionghoa, uluh barito, uluh kahayan, uluh katingan
Hak Cipta
Materi ini dilindungi oleh UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta dan merupakan tanggungjawab penulisnya.
Harap mengikuti halaman Hak Cipta dan Penyangkalan untuk penggunaan dan pemanfaatan materi.
Tentang Penulis
Bintang Sariyatno adalah administrator, penulis aktif-tetap, dan pemangku konten Betang.COM. Saat ini berstatus sebagai mahasiswa Biologi Murni di Universitas Negeri Yogyakarta.
Cetak Halaman Ini
Sebarkan via Email




















Hans
biar yg dr luar kalimantan bs tau klo DAYAK itu sbeneranya ga sprti yg mereka pikirkan (kejam, kanibal, primitif, berekor, dsb)... tolong jelaskan lebih rinci ttg suku DAYAK dong bro
lepah hamalem
setuju,,ceritain juga asal usul orang dayak dong
Roy Roy Spirit
Tidak boleh suku dayak mulu
Rony Teguh
hem....... kayanya perlu di revisi tulisannya ini. dayak ngaju awal mulanya adalah bajak laut. referensi silahkan tanya Dr. marko Mahin. banyak yang janggal dalam tulisan ini. mohon maaf atas kelancangan saya.
tahi kucing
tahi kucing. orang madura tahi kucing
M.Rahmani Azmy
Banjar wan Uluh Itah ni badangsakan ja..
Semoga kita tatarusan Maju baimbai menuju Kalimantan nang Sejahtera...! Amin...
Agus
Saya kecil di Kalimantan Barat.... temen-temen saya juga banyak dari suku dayak... mereka baik-baik aja tuh... sama aja kok dengan suku lain di nusantara.... piss... yuk bersatu untuk membangun negeri...
panjoel
"Di antara orang-orang Dayak itu sendiri, ada sekelompok orang yang berkeberatan memakai kata Dayak sehingga muncullah istilah yang lain, yairu Daya. Istilah Daya ini sangat populer di daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Kata Dayak dan Daya sebenarnya merujuk pada satu suku saja, yaitu suku Dayak." penyebutan DAYA di kalimantan barat itu hanyalah masalah logat,jadi tidak ada kelompaok yang berkeberatan atas suatu istilah tertentu,,,,,mohon kalau membuat tulisan menggunakan referensi yang akurat,bukan sembarangan tulis!!!!
squapa
hohohoho. makasih mas infonya. buat tugas saya sih. kalo bisa dikasih juga apa aja kegiatan masyarakat dayak. sangat membantu!